Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD

Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD

Daftar Isi

Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD
Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD

Bimtek Sistem Remunerasi Rumah Sakit Berbasis Kinerja untuk pengelolaan SDM dan tata kelola BLUD yang lebih terukur

Deskripsi Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD dirancang untuk membantu rumah sakit pemerintah, BLUD, dan unit layanan kesehatan memahami penyusunan sistem remunerasi yang adil, terukur, akuntabel, serta selaras dengan kinerja organisasi.

Di banyak rumah sakit, tantangan bukan hanya terkait besaran insentif atau jasa pelayanan, tetapi bagaimana memastikan sistem remunerasi mampu mendukung produktivitas layanan, menjaga motivasi SDM, mengurangi potensi konflik internal, dan tetap memenuhi prinsip tata kelola yang baik.

Dalam praktik sehari-hari, proses perhitungan remunerasi sering melibatkan data pelayanan, indikator kinerja, kehadiran, kontribusi unit, hingga berbagai dokumen pendukung yang tersebar pada beberapa sistem. Ketika data belum sinkron atau formula belum dipahami secara seragam, proses verifikasi dan validasi dapat memakan waktu cukup besar.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman implementatif mengenai penyusunan kebijakan remunerasi, penyusunan indikator kinerja, mekanisme penilaian, pengelolaan data pendukung, hingga strategi implementasi yang realistis sesuai kondisi rumah sakit dan BLUD.

Kenapa Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit Ini Penting Saat Ini?

Tuntutan peningkatan mutu layanan kesehatan, efisiensi operasional, dan akuntabilitas pengelolaan BLUD terus meningkat dari tahun ke tahun.

Rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, tetapi juga mampu mengelola SDM secara profesional, terukur, dan transparan.

Di sisi lain, berbagai perubahan regulasi, peningkatan kebutuhan monitoring kinerja, serta tuntutan pelaporan yang semakin rinci membuat pengelolaan remunerasi menjadi lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ketika proses remunerasi belum memiliki dasar pengukuran yang jelas, sering muncul kebutuhan klarifikasi berulang, validasi data tambahan, hingga penyesuaian administrasi yang menghabiskan waktu kerja.

Pelatihan ini membantu peserta membangun sistem yang lebih terstruktur sehingga proses pengelolaan remunerasi dapat berjalan lebih jelas, lebih mudah ditelusuri, dan lebih siap menghadapi evaluasi maupun audit.

Tantangan Kebijakan, Digitalisasi, dan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan

Sejalan dengan arah reformasi birokrasi, penguatan kapasitas ASN, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan akuntabilitas kinerja organisasi pemerintah, instansi pelayanan kesehatan dituntut untuk membangun tata kelola yang semakin efektif, transparan, dan berbasis kinerja. Dalam konteks rumah sakit pemerintah dan BLUD, pengelolaan SDM tidak lagi hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada kemampuan organisasi menghubungkan kinerja, produktivitas, kualitas layanan, dan pengelolaan sumber daya secara lebih terukur melalui pendekatan Performance Management.

Di saat yang sama, implementasi SPBE, digitalisasi administrasi, integrasi sistem informasi, dan kebutuhan monitoring berbasis data terus mengubah workflow pemerintahan sehari-hari. Data pelayanan, capaian kinerja, kehadiran, dokumentasi pendukung, hingga laporan evaluasi semakin sering harus disinkronkan antar unit kerja. Dalam praktiknya, kebutuhan data yang harus dikompilasi dari beberapa bagian, validasi berulang sebelum pelaporan, maupun pencarian eviden ketika monitoring dan audit dilakukan masih menjadi tantangan yang banyak ditemui di berbagai instansi dan rumah sakit daerah.

Kondisi tersebut menuntut aparatur untuk memiliki kompetensi implementatif yang mampu mendukung pengelolaan organisasi secara lebih terstruktur tanpa harus melakukan perubahan secara drastis dalam waktu singkat. Adaptasi terhadap sistem kerja yang terus berkembang dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan organisasi, proses bisnis, dan sumber daya yang tersedia. Karena itu, penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi kebijakan, peningkatan kualitas tata kelola, efektivitas administrasi, serta keberhasilan pengelolaan kinerja organisasi yang berkelanjutan. Kebutuhan inilah yang kemudian menjadi landasan utama dalam perumusan tujuan pelatihan ini.

Permasalahan yang Sering Dihadapi Instansi/Unit Kerja

  • Belum tersedianya sistem remunerasi berbasis kinerja yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.
  • Perbedaan persepsi antar unit mengenai indikator kinerja dan dasar pemberian remunerasi.
  • Kesulitan mengintegrasikan data pelayanan, absensi, dan capaian kinerja.
  • Proses perhitungan jasa pelayanan dan remunerasi masih banyak dilakukan secara manual.
  • Dokumen pendukung remunerasi tersebar pada berbagai unit kerja.
  • Validasi data memerlukan waktu lama karena harus dilakukan berulang.
  • Indikator kinerja belum sepenuhnya mencerminkan kontribusi masing-masing pegawai.
  • Terjadi ketidaksesuaian antara target organisasi dan sistem penghargaan yang diterapkan.
  • Koordinasi lintas bidang dalam proses verifikasi data belum optimal.
  • Belum tersedianya mekanisme monitoring dan evaluasi remunerasi yang konsisten.
  • Kesulitan menghadapi perubahan regulasi dan kebijakan pengelolaan BLUD.
  • Potensi munculnya ketidakpuasan pegawai akibat kurangnya transparansi sistem.

Risiko dan Dampak Jika Tidak Ditangani

  • Penurunan motivasi dan produktivitas SDM.
  • Meningkatnya potensi sengketa atau ketidakpuasan internal.
  • Ketidaksesuaian antara kinerja dan penghargaan yang diberikan.
  • Kesulitan mempertahankan tenaga kesehatan yang berkinerja tinggi.
  • Meningkatnya risiko temuan audit terkait pengelolaan remunerasi.
  • Beban administrasi verifikasi yang terus meningkat.
  • Pelaporan kinerja menjadi kurang akurat.
  • Efektivitas tata kelola BLUD menurun.
  • Kesulitan melakukan evaluasi produktivitas organisasi.
  • Proses pengambilan keputusan menjadi kurang didukung data yang valid.

Hasil yang Diharapkan Organisasi Pemerintah

  • Tersusunnya sistem remunerasi yang objektif dan terukur.
  • Meningkatnya transparansi pengelolaan remunerasi.
  • Meningkatnya produktivitas SDM rumah sakit.
  • Terbangunnya hubungan yang lebih kuat antara kinerja dan penghargaan.
  • Meningkatnya efektivitas monitoring dan evaluasi.
  • Pengurangan proses administrasi yang berulang.
  • Penguatan tata kelola BLUD yang akuntabel.
  • Meningkatnya kualitas data pendukung pengambilan keputusan.
  • Meningkatnya kesiapan menghadapi audit dan evaluasi.

Mengapa Program Ini Relevan bagi ASN/Pemda?

ASN dan pengelola rumah sakit daerah berada pada posisi yang harus menjaga keseimbangan antara pelayanan publik, pengelolaan SDM, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Pelatihan ini relevan karena membahas bagaimana sistem remunerasi dapat diterapkan secara realistis sesuai kondisi rumah sakit daerah yang memiliki keterbatasan SDM, sistem informasi yang berkembang bertahap, dan kebutuhan pelayanan yang terus meningkat.

Peserta tidak diarahkan untuk langsung mengubah seluruh proses yang sudah berjalan. Pendekatan yang digunakan berfokus pada perbaikan bertahap yang tetap menjaga stabilitas operasional rumah sakit.

Tujuan Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

  1. Memahami konsep remunerasi rumah sakit berbasis kinerja.
  2. Memahami regulasi dan kebijakan terkait remunerasi BLUD.
  3. Menyusun struktur remunerasi yang adil dan akuntabel.
  4. Menyusun indikator kinerja individu dan unit kerja.
  5. Mengembangkan metode penilaian kinerja yang objektif.
  6. Meningkatkan kemampuan analisis produktivitas SDM.
  7. Menyusun mekanisme monitoring dan evaluasi remunerasi.
  8. Mengelola risiko implementasi remunerasi.
  9. Menyusun rencana implementasi yang realistis dan terukur.

Manfaat Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

  1. Membantu memperjelas dasar pemberian remunerasi.
  2. Meningkatkan konsistensi penilaian kinerja.
  3. Mengurangi potensi kesalahan administrasi.
  4. Meningkatkan kualitas dokumentasi pendukung.
  5. Meningkatkan transparansi pengelolaan SDM.
  6. Membantu proses evaluasi organisasi.
  7. Meningkatkan kesiapan audit.
  8. Meningkatkan efektivitas tata kelola BLUD.
  9. Membantu menciptakan sistem kerja yang lebih terukur.

Sasaran Peserta

  • Direktur Rumah Sakit Daerah.
  • Wakil Direktur Rumah Sakit.
  • Kepala Bagian Keuangan.
  • Kepala Bagian SDM.
  • Kepala Bidang Pelayanan.
  • Pejabat Pengelola BLUD.
  • Tim Remunerasi Rumah Sakit.
  • Bagian Perencanaan.
  • Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
  • Inspektorat.
  • BPKAD.
  • Dinas Kesehatan.
  • Pejabat pengelola kinerja.
  • Tim evaluasi dan monitoring.

Unit Kerja yang Akan Mendapatkan Manfaat Terbesar

  • Rumah Sakit Umum Daerah.
  • Rumah Sakit Khusus Daerah.
  • Dinas Kesehatan.
  • Badan Layanan Umum Daerah.
  • BPKAD.
  • Bagian Organisasi.
  • Bagian Keuangan.
  • Bagian SDM.
  • Unit Perencanaan.
  • Unit Pengawasan Internal.

Materi Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

  1. Kebijakan dan regulasi remunerasi rumah sakit dan BLUD.
  2. Konsep remunerasi berbasis kinerja.
  3. Hubungan remunerasi dan produktivitas organisasi.
  4. Analisis jabatan dan analisis beban kerja.
  5. Penyusunan struktur remunerasi.
  6. Penyusunan grading jabatan.
  7. Penyusunan indikator kinerja individu.
  8. Penyusunan indikator kinerja unit kerja.
  9. Metode pengukuran kinerja tenaga kesehatan.
  10. Metode pengukuran kinerja tenaga non medis.
  11. Perhitungan jasa pelayanan dan insentif.
  12. Pengelolaan data pendukung remunerasi.
  13. Monitoring dan evaluasi remunerasi.
  14. Audit dan pengendalian internal remunerasi.
  15. Strategi implementasi remunerasi di rumah sakit daerah.
  16. Studi kasus penerapan remunerasi BLUD.
  17. Penyusunan rencana aksi implementasi.

Output Kompetensi Peserta

  • Mampu menyusun desain sistem remunerasi rumah sakit.
  • Mampu merumuskan indikator kinerja yang relevan.
  • Mampu melakukan evaluasi remunerasi secara objektif.
  • Mampu mengelola data pendukung remunerasi.
  • Mampu menyusun mekanisme monitoring dan pelaporan.
  • Mampu mengidentifikasi risiko implementasi.
  • Mampu menyusun roadmap penerapan remunerasi.
  • Mampu meningkatkan akuntabilitas tata kelola BLUD.

Metode Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

  • Pemaparan materi.
  • Diskusi interaktif.
  • Workshop penyusunan dokumen.
  • Studi kasus.
  • Simulasi perhitungan remunerasi.
  • Bedah praktik lapangan.
  • Tanya jawab implementasi.
  • Penyusunan action plan.

Pendekatan Pembelajaran & Framework Implementasi

Pendekatan pelatihan berfokus pada kondisi nyata yang sering dihadapi rumah sakit daerah dalam mengelola remunerasi berbasis kinerja.

Peserta akan mempelajari bagaimana membangun sistem secara bertahap, mulai dari penyusunan indikator, pengumpulan data, validasi, hingga proses evaluasi yang dapat dijalankan sesuai kapasitas organisasi.

Framework implementasi yang digunakan menekankan keseimbangan antara kepatuhan regulasi, kemudahan operasional, keterukuran kinerja, dan kesiapan sumber daya yang tersedia.

Case Study & Best Practice Implementasi

  • Studi kasus penyusunan remunerasi pada RSUD BLUD.
  • Analisis tantangan integrasi data pelayanan dan kinerja.
  • Praktik penyusunan indikator berbasis output layanan.
  • Best practice pengurangan proses verifikasi berulang.
  • Strategi meningkatkan transparansi sistem remunerasi.
  • Pembelajaran dari kendala implementasi di lapangan.
  • Strategi menjaga keberlanjutan sistem remunerasi.

Implementasi & Relevansi di Lingkungan Kerja ASN

Materi pelatihan dirancang agar dapat langsung dikaitkan dengan tugas peserta sehari-hari.

Ketika kebutuhan evaluasi kinerja muncul mendadak atau proses verifikasi memerlukan data tambahan dari berbagai unit, peserta akan memiliki kerangka kerja yang lebih jelas untuk melakukan validasi dan pengambilan keputusan.

Pelatihan juga membantu peserta mengurangi ketergantungan pada proses manual yang sering menimbulkan pekerjaan berulang dan memperpanjang proses administrasi.

Dampak Implementasi bagi Tata Kelola dan Pelayanan

  • Peningkatan produktivitas SDM.
  • Peningkatan transparansi organisasi.
  • Peningkatan kualitas layanan kesehatan.
  • Penguatan tata kelola BLUD.
  • Peningkatan efektivitas monitoring.
  • Peningkatan akuntabilitas pengelolaan SDM.
  • Pengurangan risiko administrasi.
  • Peningkatan kualitas pengambilan keputusan.
  • Peningkatan kepercayaan internal organisasi.

Rencana Aksi Pasca Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

  1. Evaluasi kondisi remunerasi yang sedang berjalan.
  2. Identifikasi kebutuhan perbaikan sistem.
  3. Pemetaan indikator kinerja.
  4. Penyusunan dokumen pendukung.
  5. Perbaikan proses validasi data.
  6. Penguatan mekanisme monitoring.
  7. Pelaksanaan uji coba implementasi.
  8. Evaluasi hasil implementasi.
  9. Penyempurnaan sistem secara bertahap.

Kredibilitas Program dan Narasumber

Program disusun dengan memperhatikan praktik tata kelola rumah sakit pemerintah, pengelolaan BLUD, sistem manajemen kinerja, serta kebutuhan implementasi yang berkembang di lingkungan pelayanan kesehatan publik.

Narasumber berasal dari kalangan praktisi, akademisi, konsultan sektor publik, serta pejabat yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan rumah sakit, BLUD, remunerasi, pengembangan SDM, dan tata kelola organisasi.

Fasilitas Peserta

  • Materi pelatihan.
  • Modul digital.
  • Template dokumen kerja.
  • Studi kasus implementasi.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Souvenir pelatihan.
  • Konsumsi selama kegiatan.
  • Forum konsultasi dan diskusi.

Durasi Pelatihan Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit

Pelatihan dapat dilaksanakan dalam durasi 2 hari, 3 hari, atau disesuaikan dengan kebutuhan instansi dan kedalaman pembahasan yang diinginkan peserta.

FAQ terkait Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 

1. Apakah pelatihan ini cocok untuk rumah sakit yang baru mulai menyusun sistem remunerasi?

Ya. Materi disusun mulai dari konsep dasar hingga tahapan implementasi sehingga dapat diikuti oleh rumah sakit yang masih berada pada tahap awal pengembangan sistem remunerasi.

2. Apakah peserta harus memiliki latar belakang SDM atau keuangan?

Tidak harus. Materi dirancang agar dapat dipahami oleh peserta dari berbagai unit kerja yang terlibat dalam pengelolaan kinerja dan remunerasi.

3. Bagaimana jika rumah sakit kami masih menggunakan banyak proses manual?

Pelatihan membahas pendekatan implementasi bertahap yang dapat diterapkan pada kondisi kerja yang masih memadukan proses manual dan digital.

4. Apakah materi membahas contoh perhitungan remunerasi?

Ya. Peserta akan mempelajari contoh perhitungan serta simulasi yang dapat dijadikan referensi implementasi.

5. Apakah pelatihan membahas penyusunan indikator kinerja?

Ya. Penyusunan indikator kinerja menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan.

6. Bagaimana jika data kinerja antar unit kerja belum sinkron?

Pelatihan membahas strategi validasi, rekonsiliasi data, dan mekanisme koordinasi yang dapat membantu meningkatkan konsistensi data.

7. Apakah pelatihan membahas tantangan implementasi yang sering muncul di lapangan?

Ya. Berbagai kendala implementasi yang umum terjadi akan dibahas melalui studi kasus dan diskusi praktik.

8. Apakah sistem remunerasi harus langsung diterapkan secara penuh setelah pelatihan?

Tidak. Implementasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan organisasi, SDM, dan kebijakan rumah sakit.

9. Apakah materi membantu mengurangi revisi administrasi dalam proses remunerasi?

Ya. Salah satu fokus pelatihan adalah memperkuat struktur data, dokumentasi, dan mekanisme validasi agar proses administrasi lebih terkendali.

10. Apakah pelatihan membahas aspek audit dan pengawasan?

Ya. Peserta akan mempelajari pengendalian internal dan kesiapan menghadapi audit terkait remunerasi.

11. Bagaimana jika regulasi berubah setelah sistem berjalan?

Peserta akan memperoleh pendekatan penyusunan sistem yang lebih adaptif sehingga penyesuaian kebijakan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

12. Apakah peserta dapat mendiskusikan permasalahan rumah sakit masing-masing?

Ya. Tersedia sesi diskusi yang memungkinkan peserta membahas tantangan implementasi sesuai kondisi instansi.

13. Apakah pelatihan ini relevan bagi rumah sakit yang sedang meningkatkan produktivitas SDM?

Sangat relevan karena sistem remunerasi berbasis kinerja merupakan salah satu instrumen yang dapat mendukung peningkatan produktivitas organisasi.

14. Apakah materi membahas hubungan remunerasi dengan tata kelola BLUD?

Ya. Pelatihan menghubungkan sistem remunerasi dengan aspek akuntabilitas, efisiensi, dan tata kelola BLUD.

15. Apa manfaat yang paling dirasakan setelah mengikuti pelatihan ini?

Peserta memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai cara membangun sistem remunerasi yang terukur, lebih mudah dimonitor, lebih siap dievaluasi, dan lebih mampu mendukung produktivitas SDM serta tata kelola rumah sakit secara berkelanjutan.

Daftar Kota Pelaksanaan

Program Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD dapat diselenggarakan secara nasional melalui skema public training, in house training, maupun pelatihan khusus instansi. Fleksibilitas pelaksanaan ini memungkinkan rumah sakit pemerintah, RSUD, BLUD, Dinas Kesehatan, maupun unit pengelola SDM dan keuangan untuk menyesuaikan pelaksanaan pelatihan dengan kebutuhan organisasi serta agenda penguatan tata kelola yang sedang dijalankan.

Pembelajaran difokuskan pada penyusunan sistem remunerasi berbasis kinerja yang lebih terukur, transparan, dan mudah diimplementasikan. Selain membahas aspek kebijakan dan tata kelola, pelatihan juga mengulas tantangan yang sering muncul dalam pengumpulan data kinerja, validasi capaian layanan, perhitungan remunerasi, monitoring produktivitas SDM, hingga kesiapan dokumentasi pendukung yang dibutuhkan dalam proses evaluasi maupun pengawasan.

  • Jakarta
  • Bandung
  • Surabaya
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Medan
  • Makassar
  • Denpasar
  • Lombok
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Batam
  • Samarinda
  • Manado
  • Pekanbaru

Penguatan Sistem Remunerasi Berbasis Kinerja untuk Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD

Dalam operasional rumah sakit pemerintah dan BLUD, sistem remunerasi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas layanan, motivasi SDM, akuntabilitas organisasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penyusunan remunerasi tidak cukup hanya berfokus pada besaran insentif, tetapi juga harus didukung indikator kinerja yang jelas, data yang dapat diverifikasi, serta mekanisme penilaian yang transparan.

Pada praktik sehari-hari, tantangan sering muncul ketika data pelayanan, kehadiran, produktivitas unit, dan capaian kinerja berasal dari berbagai sumber yang berbeda. Ketika proses pembayaran remunerasi, evaluasi kinerja, atau monitoring dilakukan, kebutuhan validasi data sering meningkat. Tidak jarang unit kerja harus melakukan klarifikasi tambahan, rekonsiliasi data, maupun penelusuran dokumen pendukung yang tersebar di berbagai bagian.

Kondisi tersebut terlihat sederhana pada awalnya, namun ketika berlangsung berulang setiap periode penilaian, dapat menambah beban administrasi, memperlambat proses pengambilan keputusan, dan menyulitkan organisasi dalam memastikan bahwa penghargaan yang diberikan benar-benar mencerminkan kontribusi kinerja yang dihasilkan.

Melalui program Bimtek Penyusunan dan Implementasi Sistem Remunerasi Rumah Sakit 2026 Berbasis Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas SDM dan Tata Kelola BLUD, peserta memperoleh pemahaman yang lebih sistematis mengenai penyusunan kebijakan remunerasi, pengembangan indikator kinerja, metode penilaian yang objektif, pengelolaan data pendukung, hingga strategi implementasi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik rumah sakit dan BLUD.

Pendekatan pelatihan dirancang secara implementatif dan bertahap. Organisasi tidak harus mengubah seluruh sistem yang sudah berjalan dalam waktu singkat. Sebaliknya, peserta akan mempelajari bagaimana memperkuat proses yang sudah ada, meningkatkan kualitas data pendukung, memperjelas mekanisme evaluasi, serta membangun workflow remunerasi yang lebih terstruktur, lebih mudah dimonitor, dan lebih siap mendukung tata kelola rumah sakit yang akuntabel.

Picture of Ditulis oleh admin Eitena Group

Ditulis oleh admin Eitena Group

Eitena Group adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tempat Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan

Jakarta, Bandung, Bogor Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali, Lombok, Medan, Palembang, Riau, Banda Aceh, Padang Pekanbaru, Manado, Makasar, Gorontalo,  Samarinda, Banjarmasin, Jayapura, Sorong dan lain sebagainya 

TANPA PENGINAPAN

Rp. 4.000.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Makan siang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Twin Sharing)

Rp. 4.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam untuk 2 orang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Suite Room)

Rp. 5.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

Artikel selanjutnya

EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.

Kantor kami

Jam Buka

galeri

error: