Bimtek LPSE dan SPSE 2026: Pengelolaan Layanan dan Sistem Pengadaan Secara Elektronik untuk Mendukung Kelancaran Proses Pengadaan, Transparansi, dan Akuntabilitas

Bimtek LPSE dan SPSE 2026 untuk membantu monitoring, dokumentasi, dan layanan pengadaan lebih terkontrol

Daftar Isi

Bimtek LPSE dan SPSE 2026: Pengelolaan Layanan dan Sistem Pengadaan Secara Elektronik untuk Mendukung Kelancaran Proses Pengadaan, Transparansi, dan Akuntabilitas
Bimtek LPSE dan SPSE 2026: Pengelolaan Layanan dan Sistem Pengadaan Secara Elektronik untuk Mendukung Kelancaran Proses Pengadaan, Transparansi, dan Akuntabilitas

Deskripsi Pelatihan LPSE dan SPSE

Pengadaan barang/jasa pemerintah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada proses pemilihan penyedia. Di lapangan, keberhasilan pengadaan juga sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan layanan LPSE, stabilitas penggunaan SPSE, kesiapan data, kelengkapan dokumen elektronik, serta kemampuan unit kerja dalam menjaga kelancaran proses dari tahap perencanaan hingga pelaporan.

Dalam praktiknya, berbagai kendala administratif masih sering muncul. Mulai dari perubahan data pengguna, kendala akses sistem, sinkronisasi dokumen, proses verifikasi yang memerlukan tindak lanjut berulang, hingga kebutuhan penyediaan eviden saat monitoring maupun pemeriksaan.

Bimtek LPSE dan SPSE 2026 ini dirancang untuk membantu ASN, pengelola pengadaan, administrator sistem, dan unit terkait memahami pengelolaan layanan pengadaan elektronik secara lebih terstruktur, aman, dan mudah diterapkan sesuai kebutuhan instansi.

Pelatihan tidak hanya membahas aspek regulasi dan fitur sistem, tetapi juga berfokus pada realitas implementasi sehari-hari agar proses pengadaan dapat berjalan lebih lancar, terdokumentasi dengan baik, dan lebih siap menghadapi monitoring, evaluasi, maupun audit.

Kenapa Pelatihan LPSE dan SPSE Ini Penting Saat Ini?

Digitalisasi pengadaan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan modern. Semakin banyak proses pengadaan yang harus terdokumentasi secara elektronik dan dapat ditelusuri dengan mudah ketika dibutuhkan.

Di sisi lain, tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan kecepatan layanan terus meningkat. Ketika proses administrasi masih tersebar di berbagai media, risiko keterlambatan, duplikasi pekerjaan, dan ketidaksesuaian data menjadi lebih besar.

Pada banyak instansi, pengelolaan pengadaan sudah menggunakan SPSE, namun workflow pendukung seperti dokumentasi, monitoring progres, koordinasi pengguna, dan pengelolaan layanan LPSE masih memerlukan penguatan agar berjalan lebih stabil.

Pelatihan ini membantu peserta memahami bagaimana pengelolaan layanan dan sistem dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus mengubah seluruh proses kerja sekaligus.

Tantangan Kebijakan, Digitalisasi, dan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, pemanfaatan sistem digital dalam proses administrasi dan pengadaan terus menjadi bagian penting dari modernisasi penyelenggaraan pemerintahan. Penguatan akuntabilitas, transparansi, dokumentasi, dan efektivitas proses kerja menjadi kebutuhan yang semakin nyata di berbagai instansi pemerintah.

Perkembangan Electronic Procurement (E-Procurement) dan berbagai inisiatif digitalisasi pemerintahan turut mengubah workflow harian aparatur. Pengelolaan dokumen elektronik, validasi data, sinkronisasi informasi antar unit kerja, monitoring berbasis sistem, serta kebutuhan pelaporan yang lebih terintegrasi kini menjadi bagian dari aktivitas rutin yang harus dijalankan secara konsisten. Dalam praktiknya, kebutuhan data sering harus dikompilasi dari berbagai pihak, dokumen perlu tersedia dengan cepat saat monitoring berlangsung, dan eviden kegiatan harus mudah ditelusuri kembali ketika evaluasi maupun pemeriksaan dilakukan.

Pada saat yang sama, organisasi pemerintah juga menghadapi tuntutan untuk meningkatkan efisiensi proses kerja, memperkuat kualitas layanan publik, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Adaptasi terhadap sistem kerja digital merupakan proses yang berlangsung secara bertahap dan memerlukan kombinasi antara kompetensi aparatur, penyempurnaan proses kerja, serta dukungan tata kelola organisasi yang memadai. Dalam konteks tersebut, penguatan kompetensi ASN menjadi bagian penting untuk mendukung implementasi kebijakan, menjaga kualitas administrasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, dan memperkuat keberhasilan transformasi layanan publik yang berkelanjutan. Kebutuhan inilah yang menjadi landasan penting dalam perumusan tujuan pelatihan ini.

Permasalahan yang Sering Dihadapi Instansi/Unit Kerja

  • Pengelolaan akun dan hak akses pengguna belum tertata secara optimal.
  • Dokumen pengadaan tersebar di berbagai media penyimpanan.
  • Proses verifikasi dan validasi masih membutuhkan tindak lanjut manual berulang.
  • Koordinasi antara LPSE, UKPBJ, PPK, dan unit kerja belum selalu sinkron.
  • Kendala penggunaan SPSE yang menimbulkan keterlambatan proses.
  • Kesulitan menelusuri histori dokumen ketika diperlukan mendadak.
  • Monitoring progres pengadaan belum berjalan secara konsisten.
  • Perubahan regulasi memerlukan penyesuaian workflow yang cepat.
  • Pelaporan dan dokumentasi sering memerlukan revisi berulang.
  • Data pengadaan dan eviden belum terdokumentasi secara sistematis.
  • Proses approval administrasi membutuhkan waktu cukup panjang.
  • Masih terdapat aktivitas administratif repetitif yang menguras waktu kerja.
  • Pengelolaan layanan pengguna belum memiliki standar yang seragam.
  • Kesiapan menghadapi pemeriksaan atau audit belum optimal.

Risiko dan Dampak Jika Tidak Ditangani

  • Keterlambatan pelaksanaan proses pengadaan.
  • Risiko ketidaksesuaian administrasi dan dokumentasi.
  • Meningkatnya revisi dokumen dan laporan.
  • Kesulitan menyediakan eviden saat monitoring atau audit.
  • Menurunnya efektivitas koordinasi antar unit kerja.
  • Potensi terjadinya duplikasi pekerjaan administratif.
  • Ketidakjelasan status progres pengadaan.
  • Meningkatnya risiko kesalahan input data.
  • Rendahnya keterlacakan dokumen elektronik.
  • Terganggunya akuntabilitas dan transparansi proses pengadaan.

Hasil yang Diharapkan Organisasi Pemerintah

  • Pengelolaan layanan LPSE yang lebih tertib dan konsisten.
  • Pemanfaatan SPSE yang lebih optimal.
  • Workflow pengadaan yang lebih jelas dan mudah dipantau.
  • Peningkatan kualitas dokumentasi elektronik.
  • Koordinasi lintas unit yang lebih efektif.
  • Pengurangan revisi administratif yang berulang.
  • Pelaporan yang lebih akurat dan mudah ditelusuri.
  • Kesiapan menghadapi monitoring dan audit.
  • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
  • Proses pengadaan yang lebih stabil dan terkendali.

Mengapa Program LPSE dan SPSE Ini Relevan bagi ASN/Pemda?

ASN saat ini bekerja dalam lingkungan yang semakin terdigitalisasi. Proses yang dahulu dilakukan secara manual kini harus terdokumentasi melalui sistem yang saling terhubung dan dapat dipantau kapan saja.

Ketika ada permintaan data mendadak, monitoring berkala, atau kebutuhan penyediaan eviden, dokumen yang tersimpan dengan baik akan sangat membantu mengurangi tekanan administratif yang sering muncul di tengah pekerjaan rutin.

Pelatihan ini membantu peserta memahami cara menjaga keteraturan proses pengadaan elektronik tanpa harus meninggalkan kontrol administrasi yang selama ini menjadi bagian penting tata kelola pemerintahan.

Tujuan Pelatihan LPSE dan SPSE

  • Memahami konsep pengelolaan layanan LPSE.
  • Memahami penggunaan dan pengelolaan SPSE.
  • Memahami regulasi terkait pengadaan elektronik.
  • Meningkatkan kualitas pengelolaan pengguna sistem.
  • Meningkatkan kualitas layanan pengadaan elektronik.
  • Meningkatkan kemampuan monitoring proses pengadaan.
  • Memperkuat pengelolaan dokumen elektronik.
  • Meningkatkan kesiapan menghadapi audit dan evaluasi.
  • Memahami tata kelola keamanan informasi dalam pengadaan.
  • Meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan.
  • Mengurangi risiko kesalahan administratif.

Manfaat Pelatihan LPSE dan SPSE

  • Proses kerja lebih terstruktur.
  • Dokumentasi lebih mudah ditelusuri.
  • Monitoring progres lebih jelas.
  • Koordinasi lintas unit lebih efektif.
  • Pengelolaan akun dan pengguna lebih tertib.
  • Mengurangi risiko kehilangan data penting.
  • Meningkatkan kualitas layanan LPSE.
  • Meningkatkan akuntabilitas pengadaan.
  • Mengurangi pekerjaan administratif berulang.
  • Meningkatkan kesiapan menghadapi pemeriksaan.
  • Membantu adaptasi terhadap perubahan sistem dan regulasi.

Sasaran Peserta Pelatihan LPSE dan SPSE

  • Pengelola LPSE.
  • Administrator SPSE.
  • Pejabat Pengadaan.
  • Pokja Pemilihan.
  • PPK.
  • Pejabat Administrasi Pengadaan.
  • UKPBJ.
  • Inspektorat.
  • Bagian Pengadaan Barang/Jasa.
  • Bappeda.
  • BKAD.
  • ASN yang terlibat dalam proses pengadaan elektronik.

Unit Kerja yang Akan Mendapatkan Manfaat Terbesar

  • UKPBJ.
  • LPSE.
  • Inspektorat.
  • Sekretariat Daerah.
  • Badan Keuangan Daerah.
  • Bappeda.
  • Dinas Teknis.
  • BLUD.
  • Rumah Sakit Daerah.
  • UPT yang melaksanakan pengadaan.
  • BUMD.

Materi Pelatihan LPSE dan SPSE

  1. Kebijakan pengadaan elektronik terbaru.
  2. Peran strategis LPSE dalam tata kelola pengadaan.
  3. Arsitektur dan fungsi SPSE.
  4. Pengelolaan layanan pengguna.
  5. Manajemen akun dan hak akses.
  6. Pengelolaan keamanan informasi.
  7. Administrasi layanan LPSE.
  8. Pengelolaan dokumen elektronik.
  9. Monitoring transaksi pengadaan.
  10. Pelacakan histori proses pengadaan.
  11. Pengelolaan eviden dan arsip digital.
  12. Penanganan kendala operasional SPSE.
  13. Integrasi layanan pengadaan elektronik.
  14. Audit trail dan keterlacakan data.
  15. Peningkatan kualitas layanan pengguna.
  16. Manajemen risiko pengadaan elektronik.
  17. Penyusunan SOP layanan LPSE.
  18. Studi kasus implementasi daerah.
  19. Best practice pengelolaan layanan elektronik.
  20. Rencana implementasi di instansi peserta.

Kemampuan yang Akan Dimiliki Peserta Setelah Pelatihan

  • Mengelola layanan LPSE secara lebih sistematis.
  • Mengoptimalkan penggunaan SPSE.
  • Mengelola pengguna dan hak akses.
  • Menyusun dokumentasi yang lebih tertib.
  • Melakukan monitoring proses pengadaan.
  • Mengidentifikasi risiko operasional.
  • Menyusun perbaikan workflow layanan.
  • Meningkatkan kualitas pelaporan.
  • Mengelola eviden pengadaan dengan lebih baik.
  • Mendukung transparansi dan akuntabilitas.

Metode Pelatihan LPSE dan SPSE

  • Pemaparan materi.
  • Diskusi interaktif.
  • Studi kasus.
  • Simulasi implementasi.
  • Praktik pengelolaan layanan.
  • Analisis permasalahan lapangan.
  • Tanya jawab.
  • Workshop penyusunan rencana aksi.

Pendekatan Pembelajaran & Framework Implementasi

Pembelajaran menggunakan pendekatan implementation-first yang berfokus pada situasi nyata yang sering dihadapi unit kerja pengadaan.

Peserta diajak memahami bagaimana sebuah kendala kecil, seperti akun yang belum diperbarui atau dokumen yang tersimpan di lokasi berbeda, dapat berkembang menjadi hambatan yang memperlambat proses ketika monitoring atau evaluasi berlangsung.

Materi disusun agar dapat diterapkan secara bertahap sesuai kesiapan organisasi. Sistem baru dan proses yang sudah berjalan dapat diselaraskan secara realistis tanpa harus melakukan perubahan drastis dalam waktu singkat.

Case Study & Best Practice Implementasi

  • Pengelolaan layanan LPSE yang efektif.
  • Penanganan kendala akses pengguna.
  • Perbaikan tata kelola dokumen elektronik.
  • Peningkatan keterlacakan eviden pengadaan.
  • Strategi monitoring progres pengadaan.
  • Penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.
  • Praktik audit trail yang baik.
  • Pembelajaran dari implementasi berbagai instansi pemerintah.

Implementasi & Relevansi di Lingkungan Kerja ASN

Hasil pelatihan dapat langsung digunakan untuk memperbaiki pengelolaan layanan, dokumentasi, monitoring, dan koordinasi pengadaan elektronik.

Ketika ada kebutuhan data mendadak atau proses evaluasi berlangsung, peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana dokumen, akun, layanan, dan informasi pengadaan dapat dikelola secara lebih tertib dan mudah ditelusuri.

Dampak Implementasi bagi Tata Kelola dan Pelayanan

  • Meningkatkan transparansi pengadaan.
  • Meningkatkan akuntabilitas proses.
  • Memperkuat tata kelola digital.
  • Meningkatkan efisiensi administrasi.
  • Meningkatkan kualitas layanan pengguna.
  • Mengurangi risiko kesalahan dokumentasi.
  • Meningkatkan kecepatan penelusuran data.
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Rencana Aksi Pasca Pelatihan LPSE dan SPSE

  1. Evaluasi kondisi layanan LPSE saat ini.
  2. Identifikasi bottleneck operasional.
  3. Perbaikan pengelolaan pengguna sistem.
  4. Penguatan dokumentasi elektronik.
  5. Penyempurnaan SOP layanan.
  6. Peningkatan monitoring pengadaan.
  7. Penyusunan roadmap perbaikan bertahap.
  8. Monitoring implementasi hasil pelatihan.

Nilai Strategis Program bagi Organisasi dan Pimpinan

Program ini membantu organisasi membangun sistem pengadaan elektronik yang lebih stabil, terdokumentasi, dan mudah diawasi.

Bagi pimpinan, kualitas data, keterlacakan proses, dan kesiapan eviden menjadi lebih baik sehingga mendukung pengambilan keputusan, pengendalian risiko, dan penguatan akuntabilitas organisasi.

Kredibilitas Program dan Narasumber

Program disampaikan oleh narasumber yang memahami regulasi, implementasi pengadaan elektronik, tata kelola layanan LPSE, pengelolaan SPSE, serta berbagai tantangan yang umum terjadi di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah.

Pembahasan difokuskan pada praktik implementasi, lesson learned, permasalahan lapangan, dan strategi perbaikan yang realistis sesuai kondisi instansi peserta.

Durasi Pelatihan LPSE dan SPSE & Fasilitas Peserta

  • Durasi 2–4 hari sesuai kebutuhan instansi.
  • Materi pelatihan lengkap.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Softcopy bahan ajar.
  • Template implementasi.
  • Studi kasus dan praktik.
  • Toolkit evaluasi layanan.
  • Sesi konsultasi dan diskusi.
  • Dokumentasi pelatihan.
  • Rencana aksi implementasi.

FAQ (Frequently Asked Questions) terkait LPSE dan SPSE

1. Apakah pelatihan ini cocok bagi peserta yang belum pernah mengelola LPSE atau SPSE?

Ya. Materi disusun mulai dari konsep dasar hingga implementasi operasional sehingga dapat diikuti oleh peserta dengan berbagai tingkat pengalaman.

2. Bagaimana jika instansi kami masih banyak menggunakan proses administrasi manual?

Pelatihan membahas strategi transisi yang realistis sehingga proses manual dan digital dapat berjalan berdampingan selama masa adaptasi.

3. Apakah pelatihan membahas kendala yang sering terjadi saat penggunaan SPSE?

Ya. Berbagai kendala operasional yang umum terjadi akan dibahas melalui studi kasus dan diskusi implementasi.

4. Apakah materi relevan untuk UKPBJ dan LPSE daerah?

Sangat relevan karena fokus utama pelatihan berada pada pengelolaan layanan dan sistem pengadaan elektronik.

5. Apakah pelatihan membahas pengelolaan akun dan hak akses pengguna?

Ya. Pengelolaan pengguna merupakan salah satu materi inti yang dibahas secara implementatif.

6. Bagaimana jika data dan dokumen pengadaan masih tersebar di berbagai media?

Peserta akan mempelajari praktik penataan dokumentasi elektronik yang lebih mudah ditelusuri dan dipantau.

7. Apakah ada pembahasan mengenai kesiapan audit dan pemeriksaan?

Ya. Materi mencakup pengelolaan eviden, audit trail, dan dokumentasi yang mendukung akuntabilitas.

8. Apakah pelatihan membahas koordinasi antara LPSE, UKPBJ, dan unit teknis?

Ya. Koordinasi lintas fungsi menjadi salah satu topik penting untuk mengurangi hambatan proses pengadaan.

9. Bagaimana jika regulasi pengadaan terus mengalami perubahan?

Pelatihan membantu peserta memahami pendekatan adaptasi yang lebih sistematis sehingga perubahan dapat direspons dengan lebih terstruktur.

10. Apakah peserta dapat mendiskusikan permasalahan yang sedang dihadapi instansinya?

Ya. Tersedia sesi diskusi dan konsultasi untuk membahas tantangan yang dihadapi peserta.

11. Apakah pelatihan hanya membahas teori?

Tidak. Fokus utama pelatihan adalah implementasi, studi kasus, praktik, dan solusi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

12. Apakah pelatihan membantu mengurangi revisi administrasi yang berulang?

Pelatihan membantu memperbaiki tata kelola dokumen, alur kerja, dan monitoring sehingga risiko revisi dapat diminimalkan.

13. Apakah materi dapat diterapkan pada pemerintah daerah dengan sumber daya terbatas?

Ya. Pendekatan implementasi dirancang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing instansi.

14. Apakah pelatihan membahas monitoring dan pelaporan pengadaan?

Ya. Peserta akan mempelajari strategi monitoring progres dan penguatan kualitas pelaporan pengadaan elektronik.

15. Bagaimana jika terdapat perbedaan workflow antar OPD atau unit kerja?

Pelatihan memberikan kerangka implementasi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing unit kerja tanpa kehilangan prinsip tata kelola yang baik.

Daftar Kota Pelaksanaan

Program “Bimtek LPSE dan SPSE 2026: Pengelolaan Layanan dan Sistem Pengadaan Secara Elektronik untuk Mendukung Kelancaran Proses Pengadaan, Transparansi, dan Akuntabilitas“ dapat diselenggarakan melalui skema public training, in house training, maupun pelatihan khusus instansi sesuai kebutuhan organisasi. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas pengelola LPSE, UKPBJ, administrator SPSE, pejabat pengadaan, PPK, Pokja Pemilihan, serta unit kerja yang terlibat dalam pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik di lingkungan pemerintah.

Pembelajaran difokuskan pada pengelolaan layanan LPSE, optimalisasi pemanfaatan SPSE, pengelolaan akun dan hak akses pengguna, tata kelola dokumen elektronik, monitoring proses pengadaan, serta peningkatan kualitas layanan kepada pengguna sistem. Pendekatan ini membantu instansi membangun workflow pengadaan elektronik yang lebih tertata, memudahkan penelusuran dokumen dan histori transaksi, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas proses pengadaan secara berkelanjutan.

  • Jakarta
  • Bandung
  • Surabaya
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Medan
  • Makassar
  • Denpasar
  • Lombok
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Batam
  • Samarinda
  • Manado
  • Pekanbaru

Penguatan Pengelolaan LPSE dan Optimalisasi SPSE di Lingkungan Pemerintah

Seiring meningkatnya pemanfaatan sistem pengadaan secara elektronik, pengelolaan layanan LPSE dan penggunaan SPSE tidak lagi hanya berfokus pada aspek teknis aplikasi. Banyak instansi saat ini juga menghadapi kebutuhan untuk menjaga konsistensi data, memastikan kelancaran layanan pengguna, mengelola dokumen elektronik secara tertib, serta memastikan seluruh proses pengadaan dapat ditelusuri dengan lebih mudah ketika diperlukan.

Dalam praktik sehari-hari, berbagai aktivitas administratif masih memerlukan perhatian yang cukup besar. Permintaan perubahan data pengguna, pengelolaan hak akses, koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proses pengadaan, hingga kebutuhan penelusuran dokumen ketika monitoring berlangsung sering menjadi pekerjaan yang terlihat sederhana, namun dapat menyita waktu ketika terjadi berulang dan melibatkan banyak unit kerja.

Melalui program ini, peserta memperoleh pemahaman implementatif mengenai tata kelola layanan LPSE, pengelolaan pengguna SPSE, penguatan dokumentasi elektronik, monitoring transaksi pengadaan, pengelolaan audit trail, serta strategi membangun layanan pengadaan elektronik yang lebih stabil dan mudah dikelola. Materi dirancang berdasarkan tantangan yang umum dihadapi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BLUD, rumah sakit daerah, maupun unit kerja yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara realistis dan bertahap. Peserta tidak dituntut melakukan perubahan menyeluruh dalam waktu singkat, tetapi dibantu memahami langkah-langkah yang dapat diterapkan sesuai kondisi instansi masing-masing untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat keteraturan administrasi, mengurangi hambatan operasional, serta membangun proses pengadaan elektronik yang lebih tertata, transparan, dan akuntabel.

Akses Informasi Program

  • 📄 Ajukan Proposal Bimtek LPSE dan SPSE — Konsultasikan kebutuhan pelatihan terkait pengelolaan layanan LPSE, optimalisasi SPSE, pengelolaan pengguna, dokumentasi elektronik, dan tata kelola pengadaan digital sesuai kebutuhan instansi.
  • 📅 Lihat Jadwal & Biaya Pelatihan — Informasi jadwal pelaksanaan, pilihan kota training, serta skema pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
  • 📚 Jelajahi Program Pengadaan dan Tata Kelola Digital Pemerintah — Temukan berbagai program terkait LPSE, SPSE, pengadaan barang/jasa pemerintah, transformasi layanan digital, tata kelola data, dan penguatan administrasi pemerintahan.

📌 Untuk informasi program, konsultasi kebutuhan pelatihan, permintaan proposal, maupun pelaksanaan in house training, silakan menghubungi tim kami:

Kami berharap program ini dapat membantu instansi meningkatkan kualitas pengelolaan layanan LPSE dan SPSE, memperkuat keteraturan dokumentasi elektronik, meningkatkan kemudahan monitoring proses pengadaan, serta membangun workflow layanan yang lebih tertata dan mudah ditelusuri. Dengan pengelolaan sistem yang lebih baik dan dukungan administrasi yang lebih terstruktur, organisasi dapat memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, serta menjaga kelancaran proses pengadaan secara elektronik sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Picture of Ditulis oleh admin Eitena Group

Ditulis oleh admin Eitena Group

Eitena Group adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tempat Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan

Jakarta, Bandung, Bogor Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali, Lombok, Medan, Palembang, Riau, Banda Aceh, Padang Pekanbaru, Manado, Makasar, Gorontalo,  Samarinda, Banjarmasin, Jayapura, Sorong dan lain sebagainya 

TANPA PENGINAPAN

Rp. 4.000.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Makan siang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Twin Sharing)

Rp. 4.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam untuk 2 orang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Suite Room)

Rp. 5.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

Artikel selanjutnya

EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.

Kantor kami

Jam Buka

galeri

error: