Bimtek Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN 2026 dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Mendukung Kepatuhan Regulasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Bimtek Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN 2026 dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Mendukung Kepatuhan Regulasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri 

Daftar Isi

Bimtek Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN 2026 dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Mendukung Kepatuhan Regulasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Bimtek Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN 2026 dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Mendukung Kepatuhan Regulasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN 2026 untuk mendukung kepatuhan pengadaan, validasi dokumen, dan kesiapan audit

Deskripsi Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah menjadi bagian penting dalam proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi salah satu indikator yang semakin diperhatikan dalam proses monitoring, evaluasi, pengawasan, serta pelaporan kinerja pengadaan di lingkungan pemerintah.

Dalam praktiknya, banyak unit kerja menghadapi tantangan ketika harus memastikan perhitungan, verifikasi, dan implementasi TKDN dilakukan secara tepat. Dokumen pengadaan harus disusun secara akurat, spesifikasi teknis perlu disesuaikan, data pendukung harus tersedia, sementara proses pengadaan tetap harus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ketika proses verifikasi TKDN tidak dipahami secara menyeluruh, sering muncul revisi dokumen, klarifikasi berulang, hingga potensi ketidaksesuaian yang baru diketahui pada tahap evaluasi atau pemeriksaan. Situasi seperti ini dapat menambah beban administrasi yang sebenarnya dapat diminimalkan sejak awal.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman implementatif mengenai perhitungan, verifikasi, dan penerapan TKDN dalam seluruh tahapan pengadaan barang/jasa pemerintah. Materi disusun dengan pendekatan yang realistis, mudah diterapkan, serta relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari ASN dan pelaksana pengadaan.

Kenapa Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN Ini Penting Saat Ini?

Regulasi mengenai penggunaan produk dalam negeri terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan industri nasional sekaligus meningkatkan efektivitas belanja pemerintah.

Di sisi lain, tuntutan akuntabilitas pengadaan semakin tinggi. Data TKDN kini tidak hanya menjadi bagian dari dokumen pengadaan, tetapi juga menjadi objek monitoring, evaluasi, audit, dan pengawasan yang lebih rinci.

Pada banyak instansi, proses pengadaan masih berada dalam masa transisi antara workflow manual dan digital. Data berasal dari berbagai sumber, dokumen tersimpan di lokasi berbeda, sementara kebutuhan pelaporan semakin detail.

Ketika terdapat perubahan spesifikasi, penyesuaian dokumen, atau kebutuhan verifikasi mendadak, proses yang sebelumnya terlihat sederhana dapat berkembang menjadi pekerjaan administratif yang cukup menyita waktu.

Pelatihan ini membantu peserta memahami langkah-langkah implementasi secara lebih sistematis sehingga proses pengadaan dapat berjalan lebih tertib, terdokumentasi, dan sesuai ketentuan.

Tantangan Kebijakan, Digitalisasi, dan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam penguatan reformasi birokrasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, penguatan pelayanan publik, serta optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, instansi pemerintah dituntut mampu membangun tata kelola yang semakin efektif, transparan, dan berbasis data. Dalam konteks pengadaan barang/jasa pemerintah, implementasi TKDN tidak lagi dipandang sebagai pemenuhan administrasi semata, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas belanja pemerintah, kepatuhan regulasi, serta dukungan terhadap industri nasional. Konsep Public Procurement juga semakin menekankan pentingnya proses pengadaan yang akuntabel, terukur, dan memberikan manfaat strategis bagi pembangunan.

Perkembangan digitalisasi pemerintahan, implementasi SPBE, integrasi sistem informasi, serta meningkatnya kebutuhan monitoring dan pelaporan berbasis data turut mengubah pola kerja aparatur. Dalam praktik sehari-hari, data pengadaan sering kali harus dikompilasi dari berbagai unit kerja, dokumen pendukung perlu tersedia saat monitoring atau pemeriksaan, sementara sinkronisasi laporan antar bidang masih memerlukan proses validasi yang tidak selalu sederhana. Kebutuhan eviden yang lengkap dan mudah ditelusuri menjadi semakin penting ketika proses evaluasi, audit, maupun pengawasan dilakukan.

Pada saat yang sama, organisasi pemerintah menghadapi tuntutan efisiensi proses kerja, peningkatan kualitas layanan, dan percepatan pengambilan keputusan yang didukung data yang valid. Adaptasi terhadap perubahan tersebut memerlukan penguatan kompetensi yang dilakukan secara bertahap dan realistis sesuai kebutuhan organisasi. Integrasi proses kerja tidak harus dilakukan sekaligus, namun dapat dibangun secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan workflow, dan penguatan tata kelola yang konsisten. Dalam konteks inilah pengembangan kompetensi mengenai perhitungan, verifikasi, dan implementasi TKDN menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung pelaksanaan tugas yang lebih tertib, akuntabel, dan siap menghadapi tuntutan tata kelola pemerintahan modern.

Permasalahan yang Sering Dihadapi Instansi/Unit Kerja

  • Kesulitan memahami regulasi TKDN yang terus berkembang.
  • Ketidakjelasan metode perhitungan TKDN dalam pengadaan.
  • Kesalahan dalam penyusunan dokumen persyaratan TKDN.
  • Kurangnya pemahaman terhadap sertifikat dan bukti TKDN.
  • Revisi dokumen pengadaan yang berulang akibat ketidaksesuaian persyaratan.
  • Kesulitan melakukan verifikasi data produk dalam negeri.
  • Koordinasi antara PPK, Pokja, dan unit teknis yang belum optimal.
  • Belum adanya standar pemeriksaan dokumen TKDN yang konsisten.
  • Kendala integrasi data pengadaan dengan kebutuhan pelaporan.
  • Ketidakseragaman interpretasi regulasi antar unit kerja.
  • Kesulitan melacak dokumen pendukung saat dibutuhkan untuk evaluasi.
  • Potensi kesalahan administrasi dalam proses pemilihan penyedia.
  • Keterbatasan waktu dalam melakukan verifikasi dokumen secara mendalam.
  • Ketidaksiapan menghadapi pemeriksaan atau audit pengadaan.
  • Belum optimalnya pemanfaatan data TKDN dalam pengambilan keputusan pengadaan.

Risiko dan Dampak Jika Tidak Ditangani

  • Terjadinya ketidaksesuaian terhadap regulasi pengadaan.
  • Meningkatnya potensi temuan audit.
  • Revisi dokumen yang berulang dan memperpanjang proses pengadaan.
  • Keterlambatan pelaksanaan kegiatan atau program.
  • Meningkatnya beban administrasi pada tim pengadaan.
  • Risiko kesalahan dalam evaluasi penawaran.
  • Dokumentasi pengadaan menjadi sulit ditelusuri.
  • Ketidakakuratan pelaporan penggunaan produk dalam negeri.
  • Menurunnya kualitas pengendalian internal.
  • Potensi ketidaktercapaian target penggunaan produk dalam negeri.
  • Meningkatnya kebutuhan klarifikasi saat monitoring dan evaluasi.
  • Berkurangnya kepastian administrasi dalam proses pengadaan.

Hasil yang Diharapkan Organisasi Pemerintah

  • Peningkatan kepatuhan terhadap regulasi TKDN.
  • Proses pengadaan yang lebih tertib dan terdokumentasi.
  • Verifikasi dokumen yang lebih konsisten.
  • Pengurangan risiko kesalahan administrasi.
  • Peningkatan kualitas pelaporan pengadaan.
  • Peningkatan kesiapan menghadapi audit dan evaluasi.
  • Koordinasi antar unit kerja yang lebih efektif.
  • Peningkatan penggunaan produk dalam negeri secara tepat.
  • Dokumentasi pengadaan yang lebih mudah ditelusuri.
  • Proses monitoring yang lebih jelas dan terukur.

Mengapa Program Ini Relevan bagi ASN/Pemda?

ASN dan pelaksana pengadaan saat ini dituntut bekerja lebih cepat dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi. Sering kali pekerjaan teknis pengadaan harus berjalan bersamaan dengan kebutuhan pelaporan, monitoring, serta berbagai aktivitas administratif lainnya.

Dalam kondisi tersebut, pemahaman yang baik mengenai TKDN bukan hanya membantu memenuhi regulasi, tetapi juga membantu menciptakan proses kerja yang lebih terstruktur dan lebih mudah dikendalikan.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami implementasi nyata di lapangan sehingga proses pengadaan tidak hanya memenuhi ketentuan, tetapi juga lebih mudah dijalankan sehari-hari.

Tujuan Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  • Memahami kebijakan dan regulasi TKDN terbaru.
  • Memahami konsep dasar penggunaan produk dalam negeri.
  • Memahami metode perhitungan TKDN.
  • Memahami mekanisme verifikasi TKDN.
  • Meningkatkan kemampuan pemeriksaan dokumen pendukung.
  • Memahami penerapan TKDN dalam seluruh tahapan pengadaan.
  • Meningkatkan kemampuan mitigasi risiko pengadaan.
  • Memahami strategi penyusunan dokumen pengadaan yang sesuai ketentuan.
  • Meningkatkan kualitas pengendalian administrasi pengadaan.
  • Meningkatkan kesiapan menghadapi audit dan evaluasi.
  • Membangun workflow pengelolaan TKDN yang lebih sistematis.

Manfaat Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  • Mengurangi potensi kesalahan administrasi.
  • Meningkatkan akurasi proses verifikasi.
  • Mengurangi revisi dokumen pengadaan.
  • Meningkatkan kualitas dokumentasi.
  • Meningkatkan kepastian proses kerja.
  • Meningkatkan efektivitas koordinasi lintas unit.
  • Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pengadaan.
  • Membantu mempercepat proses pemeriksaan dokumen.
  • Meningkatkan kesiapan menghadapi monitoring dan evaluasi.
  • Meningkatkan kualitas pelaporan pengadaan.
  • Membantu menciptakan proses kerja yang lebih terkontrol.

Sasaran Peserta Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  • Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
  • Pejabat Pengadaan.
  • Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja).
  • Pejabat Pengadaan Barang/Jasa.
  • Pejabat Teknis Kegiatan.
  • Pejabat Penatausahaan Keuangan.
  • APIP.
  • Pengelola Program dan Kegiatan.
  • Pengelola Pengadaan pada K/L/D.
  • Pengelola Monitoring dan Evaluasi.
  • Pengelola Perencanaan.
  • Pengelola Pelaporan.
  • Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa.
  • BLUD dan Rumah Sakit Daerah.
  • Pihak terkait lainnya.

Unit Kerja yang Akan Mendapatkan Manfaat Terbesar

  • UKPBJ.
  • Bappeda.
  • Inspektorat.
  • Badan Keuangan Daerah.
  • Badan Pengelola Aset Daerah.
  • Dinas PUPR.
  • Dinas Kesehatan.
  • Dinas Pendidikan.
  • Dinas Perhubungan.
  • Dinas Komunikasi dan Informatika.
  • Rumah Sakit Daerah.
  • BLUD.
  • Sekretariat Daerah.
  • Unit Perencanaan dan Pengendalian Program.

Materi Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  1. Kebijakan TKDN Tahun 2026.
  2. Regulasi penggunaan produk dalam negeri.
  3. Prinsip dasar TKDN dalam PBJ Pemerintah.
  4. Kewajiban penggunaan produk dalam negeri.
  5. Strategi pencapaian target TKDN.
  6. Mekanisme sertifikasi TKDN.
  7. Pembacaan dan validasi sertifikat TKDN.
  8. Metode perhitungan TKDN.
  9. Identifikasi komponen dalam negeri.
  10. Analisis dokumen pendukung TKDN.
  11. Verifikasi data produk dalam negeri.
  12. Implementasi TKDN pada tahap perencanaan pengadaan.
  13. Implementasi TKDN pada tahap persiapan pengadaan.
  14. Implementasi TKDN pada tahap pemilihan penyedia.
  15. Implementasi TKDN pada tahap kontrak.
  16. Implementasi TKDN pada tahap pelaksanaan pekerjaan.
  17. Monitoring dan evaluasi pemenuhan TKDN.
  18. Pengendalian risiko implementasi TKDN.
  19. Penyusunan laporan dan dokumentasi TKDN.
  20. Studi kasus implementasi TKDN pada instansi pemerintah.

Kemampuan yang Akan Dimiliki Peserta Setelah Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  • Memahami regulasi TKDN secara lebih komprehensif.
  • Mampu menghitung TKDN sesuai ketentuan.
  • Mampu melakukan verifikasi dokumen pendukung.
  • Mampu mengidentifikasi potensi risiko ketidaksesuaian.
  • Mampu menyusun dokumen pengadaan yang sesuai regulasi.
  • Mampu mengintegrasikan TKDN dalam proses pengadaan.
  • Mampu melakukan pengendalian administrasi pengadaan.
  • Mampu meningkatkan kualitas dokumentasi.
  • Mampu mendukung pelaporan yang lebih akurat.
  • Mampu meningkatkan kesiapan audit dan evaluasi.

Metode Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  • Paparan interaktif.
  • Diskusi kelompok.
  • Studi kasus aktual.
  • Simulasi perhitungan TKDN.
  • Praktik verifikasi dokumen.
  • Bedah kasus pengadaan.
  • Workshop penyusunan dokumen.
  • Tanya jawab implementasi lapangan.
  • Evaluasi pembelajaran.

Pendekatan Pembelajaran & Framework Implementasi

Pelatihan menggunakan pendekatan implementation-first learning yang berfokus pada situasi nyata yang sering dihadapi peserta dalam proses pengadaan.

Peserta tidak hanya mempelajari regulasi, tetapi juga memahami bagaimana menerapkannya secara bertahap sesuai kondisi instansi masing-masing.

Pembelajaran diarahkan pada pengurangan risiko kesalahan administrasi, peningkatan keteraturan workflow, serta penguatan kemampuan verifikasi dan dokumentasi yang dapat langsung diterapkan setelah pelatihan.

Case Study & Best Practice Implementasi

  • Kasus verifikasi sertifikat TKDN pada proses pemilihan penyedia.
  • Kasus revisi dokumen pengadaan akibat ketidaksesuaian persyaratan TKDN.
  • Kasus monitoring penggunaan produk dalam negeri.
  • Kasus audit pengadaan terkait kepatuhan TKDN.
  • Praktik terbaik pengendalian dokumen TKDN.
  • Best practice koordinasi antara unit teknis dan pengadaan.
  • Pembelajaran dari implementasi pada pemerintah daerah.
  • Strategi mengurangi kesalahan administrasi sejak tahap perencanaan.

Implementasi & Relevansi di Lingkungan Kerja ASN

Materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam proses perencanaan, persiapan, pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak, hingga pelaporan pengadaan.

Peserta akan memahami bagaimana membangun alur kerja yang lebih tertib sehingga kebutuhan verifikasi, dokumentasi, dan pelaporan tidak lagi dilakukan secara terburu-buru ketika diperlukan mendadak.

Implementasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan instansi tanpa harus mengubah seluruh workflow yang sudah berjalan.

Dampak Implementasi bagi Tata Kelola dan Pelayanan

  • Peningkatan kepatuhan regulasi.
  • Peningkatan akuntabilitas pengadaan.
  • Peningkatan transparansi proses kerja.
  • Peningkatan efektivitas pengendalian internal.
  • Pengurangan risiko administrasi.
  • Peningkatan kualitas pelaporan.
  • Peningkatan kesiapan audit.
  • Peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan.
  • Peningkatan kualitas tata kelola organisasi.

Rencana Aksi Pasca Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

  1. Melakukan identifikasi kondisi eksisting implementasi TKDN.
  2. Melakukan evaluasi dokumen dan prosedur yang digunakan.
  3. Menyusun daftar perbaikan prioritas.
  4. Membangun mekanisme verifikasi yang lebih konsisten.
  5. Menyusun standar dokumentasi pendukung.
  6. Meningkatkan koordinasi antar unit terkait.
  7. Menyusun monitoring implementasi TKDN.
  8. Melakukan evaluasi berkala.
  9. Mengembangkan perbaikan berkelanjutan.

Nilai Strategis Program bagi Organisasi dan Pimpinan

Program ini membantu organisasi memperkuat kepatuhan regulasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan.

Bagi pimpinan, peningkatan kualitas implementasi TKDN dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat, memperkuat pengendalian risiko, serta meningkatkan kesiapan organisasi menghadapi evaluasi dan audit.

Dengan workflow yang lebih jelas dan terdokumentasi, proses pengadaan menjadi lebih mudah dipantau serta lebih terkendali.

Kredibilitas Program dan Narasumber

Program disampaikan oleh narasumber yang memahami regulasi, tata kelola pengadaan pemerintah, implementasi TKDN, serta praktik pengawasan dan pengendalian pengadaan pada instansi pemerintah.

Materi dikembangkan berdasarkan kebutuhan implementasi lapangan sehingga peserta memperoleh kombinasi antara pemahaman regulasi, pengalaman praktik, studi kasus, serta strategi penerapan yang realistis.

Durasi Pelatihan Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN & Fasilitas Peserta

  • Durasi pelatihan 2–4 hari sesuai kebutuhan instansi.
  • Pelatihan tatap muka, online, atau hybrid.
  • Modul pelatihan lengkap.
  • Softcopy materi.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Studi kasus implementasi.
  • Template dokumen pendukung.
  • Toolkit implementasi TKDN.
  • Sesi konsultasi dan diskusi.
  • Evaluasi pembelajaran.

FAQ (Frequently Asked Questions) terkait Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN

Apakah pelatihan ini cocok bagi peserta yang belum pernah menghitung TKDN sebelumnya?

Ya. Materi disusun dari konsep dasar hingga implementasi sehingga peserta dapat mengikuti secara bertahap.

Apakah pembahasan hanya fokus pada teori regulasi?

Tidak. Fokus utama pelatihan adalah implementasi praktis, verifikasi dokumen, dan penerapan dalam proses pengadaan.

Bagaimana jika instansi kami masih menghadapi proses administrasi yang sebagian besar dilakukan secara manual?

Materi tetap relevan dan dapat diterapkan tanpa harus mengubah seluruh proses kerja yang sudah berjalan.

Apakah materi membahas kesalahan yang sering terjadi saat verifikasi TKDN?

Ya. Peserta akan mempelajari berbagai kesalahan umum beserta langkah mitigasinya.

Apakah pelatihan ini membantu mengurangi revisi dokumen pengadaan?

Ya. Salah satu fokus pelatihan adalah meningkatkan ketepatan penyusunan dan verifikasi dokumen sejak awal.

Bagaimana jika regulasi TKDN mengalami perubahan?

Pelatihan membahas pendekatan adaptasi sehingga peserta dapat lebih mudah menyesuaikan proses kerja dengan perubahan regulasi.

Apakah peserta dapat mendiskusikan kasus yang sedang dihadapi instansinya?

Ya. Tersedia sesi diskusi dan pembahasan studi kasus aktual dari peserta.

Apakah materi membahas kebutuhan audit dan pemeriksaan?

Ya. Peserta akan memahami aspek dokumentasi, verifikasi, dan pengendalian yang sering menjadi perhatian auditor.

Apakah pelatihan ini relevan bagi APIP dan Inspektorat?

Sangat relevan karena membahas aspek kepatuhan, verifikasi, pengendalian, dan pengawasan implementasi TKDN.

Bagaimana jika data pendukung berasal dari banyak unit kerja yang berbeda?

Pelatihan membahas strategi koordinasi dan pengelolaan dokumen agar proses verifikasi lebih mudah dilakukan.

Apakah materi membahas monitoring dan evaluasi TKDN?

Ya. Peserta akan mempelajari metode monitoring, evaluasi, dan pelaporan implementasi TKDN.

Apakah ada simulasi pemeriksaan dokumen TKDN?

Ada. Peserta akan melakukan latihan verifikasi menggunakan contoh dokumen dan studi kasus.

Bagaimana jika produk yang digunakan memiliki informasi TKDN yang terbatas?

Peserta akan mempelajari langkah pemeriksaan, validasi, dan strategi mitigasi risiko yang sesuai ketentuan.

Apakah pelatihan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelaporan pengadaan?

Ya. Materi mencakup dokumentasi, eviden, dan penyusunan laporan yang lebih tertib dan mudah ditelusuri.

Apakah implementasi hasil pelatihan harus dilakukan sekaligus?

Tidak. Implementasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas, kebutuhan, dan kesiapan masing-masing instansi. 

Daftar Kota Pelaksanaan

Program “Bimtek Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN 2026 dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Mendukung Kepatuhan Regulasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri“ dapat dilaksanakan melalui skema public training, in house training, maupun pelatihan khusus instansi sesuai kebutuhan organisasi. Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan kompetensi PPK, Pokja Pemilihan, Pejabat Pengadaan, UKPBJ, APIP, perencana pengadaan, serta perangkat daerah yang terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pembelajaran difokuskan pada penguatan kemampuan perhitungan TKDN, verifikasi dokumen pendukung, identifikasi produk dalam negeri, penyusunan persyaratan pengadaan yang sesuai regulasi, serta strategi implementasi TKDN yang dapat diterapkan secara realistis di lingkungan instansi pemerintah. Pendekatan ini membantu peserta mengurangi potensi revisi dokumen, memperjelas proses verifikasi, memperkuat kesiapan monitoring, dan meningkatkan kualitas dokumentasi pengadaan yang lebih mudah ditelusuri ketika dibutuhkan.

  • Jakarta
  • Bandung
  • Surabaya
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Medan
  • Makassar
  • Denpasar
  • Lombok
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Batam
  • Samarinda
  • Manado
  • Pekanbaru

Penguatan Implementasi TKDN dan Kepatuhan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN), implementasi TKDN menjadi bagian penting dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah. Tantangan yang sering muncul bukan hanya pada pemahaman regulasi, tetapi juga pada proses perhitungan, verifikasi dokumen pendukung, serta penerapan persyaratan TKDN yang harus selaras dengan kebutuhan pengadaan dan kondisi pasar yang tersedia.

Dalam praktiknya, proses verifikasi TKDN sering melibatkan berbagai dokumen, sertifikat, dan informasi produk yang harus diperiksa secara cermat. Pada beberapa instansi, data pendukung masih berasal dari berbagai sumber, sementara kebutuhan pelaporan dan monitoring semakin detail. Ketika terdapat perubahan spesifikasi atau kebutuhan klarifikasi dari proses evaluasi, pekerjaan administratif yang terlihat sederhana dapat berkembang menjadi proses validasi yang berulang dan memerlukan koordinasi lintas unit kerja.

Melalui program ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih implementatif mengenai Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN mulai dari tahap perencanaan pengadaan, penyusunan dokumen, pemilihan penyedia, hingga pelaksanaan kontrak dan pelaporan. Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah yang dapat membantu instansi meningkatkan kepatuhan regulasi sekaligus membangun proses kerja yang lebih tertib, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri.

Pendekatan pelatihan dilakukan secara bertahap dan realistis. Peserta tidak dituntut mengubah seluruh mekanisme pengadaan yang telah berjalan, tetapi dibantu memahami cara mengintegrasikan aspek TKDN ke dalam workflow pengadaan yang sudah ada. Dengan pendekatan tersebut, proses adaptasi dapat dilakukan sesuai kesiapan organisasi, tanpa mengurangi kontrol administrasi maupun kualitas pengendalian pengadaan.

Picture of Ditulis oleh admin Eitena Group

Ditulis oleh admin Eitena Group

Eitena Group adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tempat Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan

Jakarta, Bandung, Bogor Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali, Lombok, Medan, Palembang, Riau, Banda Aceh, Padang Pekanbaru, Manado, Makasar, Gorontalo,  Samarinda, Banjarmasin, Jayapura, Sorong dan lain sebagainya 

TANPA PENGINAPAN

Rp. 4.000.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Makan siang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Twin Sharing)

Rp. 4.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam untuk 2 orang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Suite Room)

Rp. 5.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

Artikel selanjutnya

EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.

Kantor kami

Jam Buka

galeri

error: