Pelajari Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026 Secara Praktis Berbasis Kinerja untuk Mendukung Akuntabilitas Layanan dan Kepatuhan Regulasi Pemerintah

Pelajari Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026 Secara Praktis Berbasis Kinerja untuk Mendukung Akuntabilitas Layanan dan Kepatuhan Regulasi Pemerintah

Daftar Isi

Pelajari Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026 Secara Praktis Berbasis Kinerja untuk Mendukung Akuntabilitas Layanan dan Kepatuhan Regulasi Pemerintah
Pelajari Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026 Secara Praktis Berbasis Kinerja untuk Mendukung Akuntabilitas Layanan dan Kepatuhan Regulasi Pemerintah

 

Pendahuluan

Dalam praktik di banyak unit kerja pemerintah, penyusunan RKA dan DPA OPD sering menghadapi kendala: laporan kinerja dibuat manual, sistem tidak terintegrasi, data kurang dimanfaatkan untuk keputusan strategis, dan koordinasi antar unit masih lemah. Kondisi ini menuntut penguatan kapasitas aparatur secara sistematis.

Sejalan dengan kebijakan pengembangan kompetensi aparatur, topik ini relevan untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi dan akuntabilitas layanan publik. Pendekatan berbasis kinerja memungkinkan OPD menyesuaikan anggaran dan program sesuai prioritas nasional serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Jika kompetensi dalam penyusunan RKA dan DPA tidak diperkuat, risiko kesalahan perencanaan meningkat, berdampak pada efektivitas layanan, penggunaan anggaran, dan akuntabilitas organisasi. Peningkatan keterampilan ini memberikan manfaat langsung bagi pejabat struktural dan unit teknis dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Tantangan Implementasi RKA & DPA OPD Tahun 2026

Di banyak OPD, proses penyusunan anggaran masih bergantung pada spreadsheet manual dan vendor eksternal. Hal ini mengakibatkan ketidakkonsistenan data, keterlambatan laporan, dan kesulitan monitoring realisasi program. Dampaknya mencakup efektivitas tata kelola yang rendah, koordinasi antar unit yang kurang, serta keterlambatan layanan publik.

Peran Penguatan Kompetensi dalam Mendukung Kinerja Organisasi

Penguatan kompetensi aparatur berfokus pada pemahaman prinsip penyusunan RKA dan DPA berbasis kinerja, pemanfaatan sistem informasi manajemen, dan kemampuan analisis data anggaran. Manfaat jangka pendek termasuk efisiensi penyusunan dokumen, sedangkan jangka menengah memperkuat pengambilan keputusan dan kinerja OPD.

Urgensi dan Arah Kebijakan 2026

Tata kelola anggaran OPD sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Tren digitalisasi serta integrasi sistem informasi mendorong kesiapan organisasi menghadapi evaluasi kinerja nasional. Aparatur yang terampil mampu meminimalkan risiko kesalahan perencanaan dan memastikan alokasi anggaran mendukung prioritas pembangunan.

Landasan Regulasi dan Kebijakan Terkait

Topik penyusunan RKA dan DPA OPD selaras dengan kebijakan pengembangan kompetensi aparatur, mendukung penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, dan memperkuat kapasitas organisasi perangkat daerah. Peningkatan kompetensi ini relevan untuk memastikan keputusan perencanaan dan anggaran berbasis kinerja.

Dalam implementasi nyata, keterampilan aparatur memengaruhi efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja unit kerja. Risiko tidak diperkuatnya kompetensi dapat menghambat optimalisasi anggaran dan pelayanan publik, sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Berdasarkan kerangka regulasi dan arah kebijakan tersebut, tujuan pelatihan ini dirumuskan secara terstruktur untuk mendukung peningkatan kompetensi aparatur sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan kinerja tahun 2026.

Tujuan Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026

Berdasarkan tantangan dan kebutuhan pengembangan kompetensi yang telah diuraikan sebelumnya, pelatihan ini dirancang dengan tujuan yang terstruktur dan relevan untuk mendukung peningkatan kapasitas profesional peserta secara berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tuntutan kinerja dan regulasi tahun 2026.

  1. Meningkatkan pemahaman prinsip penyusunan RKA & DPA OPD untuk memastikan perencanaan anggaran selaras dengan prioritas dan regulasi nasional.
  2. Mengembangkan keterampilan analisis data anggaran guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat di unit kerja.
  3. Memperkuat kemampuan koordinasi antar unit agar proses penyusunan anggaran lebih efisien dan terpadu.
  4. Meningkatkan akurasi laporan kinerja dan realisasi anggaran sebagai dasar evaluasi kinerja organisasi.
  5. Mengoptimalkan penggunaan sistem informasi manajemen untuk mendukung digitalisasi proses penyusunan RKA & DPA.
  6. Memperdalam pemahaman prinsip tata kelola pemerintahan dalam pengelolaan anggaran dan program OPD.
  7. Meningkatkan kemampuan monitoring dan evaluasi program sehingga risiko ketidaksesuaian realisasi anggaran dapat diminimalkan.
  8. Memperkuat profesionalisme aparatur dalam menyusun dokumen anggaran yang berkualitas dan tepat waktu.
  9. Mendorong budaya pengambilan keputusan berbasis kinerja untuk mendukung pencapaian target organisasi dan layanan publik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan kinerja tahun 2026.

Berdasarkan sembilan tujuan strategis tersebut, materi pelatihan dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis yang relevan dengan konteks kerja peserta serta tantangan organisasi di tahun 2026.

Materi Pelatihan RKA dan DPA OPD 2026

1. Analisis Kondisi Organisasi dan Kebutuhan Anggaran

Dalam praktik di OPD, dokumen anggaran sering tidak mencerminkan kebutuhan riil unit. Hal ini menimbulkan kesenjangan perencanaan, ketidaktepatan alokasi, dan risiko penyalahgunaan anggaran. Konsep inti mencakup identifikasi prioritas, mapping program, dan pemetaan kebutuhan. Implementasinya dilakukan melalui matriks analisis kebutuhan anggaran, dan output berupa draft RKA awal yang dapat dievaluasi tim internal.

  • Template matriks analisis kebutuhan anggaran
  • Checklist prioritas program

2. Penyusunan RKA Berbasis Kinerja

Sering terjadi bahwa indikator kinerja tidak selaras dengan anggaran yang diajukan. Dampaknya, evaluasi kinerja menjadi kurang objektif. Prinsip penyusunan RKA berbasis kinerja menekankan SMART KPI dan alokasi anggaran untuk output yang terukur. Alur implementasi mencakup penentuan KPI, mapping program ke indikator, dan simulasi penghitungan anggaran berbasis output menggunakan template Excel.

  • Flowchart penyusunan RKA
  • Checklist KPI & alokasi anggaran

3. Penyusunan DPA OPD dan Integrasi Program

Dalam banyak unit, DPA tidak sepenuhnya mengintegrasikan program lintas sub-unit. Hal ini menyebabkan duplikasi anggaran dan ketidakefisienan. Konsep inti meliputi integrasi program, sinkronisasi target, dan alokasi sumber daya. Implementasinya melalui template integrasi DPA dan simulasi alokasi anggaran lintas unit.

  • Template DPA terintegrasi
  • Simulasi alokasi anggaran antar program

4. Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen

Banyak OPD masih bergantung pada spreadsheet manual. Dampaknya, monitoring realisasi anggaran lambat dan laporan tidak akurat. Konsep inti mencakup penggunaan sistem informasi terintegrasi. Alur implementasi meliputi input data, validasi, dan monitoring realisasi melalui dashboard.

  • Flowchart integrasi sistem informasi
  • Simulasi input data & monitoring

5. Monitoring dan Evaluasi Realisasi Anggaran

Sering terjadi laporan realisasi anggaran terlambat atau tidak konsisten. Dampaknya, manajemen sulit mengambil keputusan cepat. Konsep inti: indikator evaluasi, analisis deviasi, pelaporan berkala. Alur implementasi: monitoring rutin, analisis deviasi, dan review hasil menggunakan template evaluasi.

  • Checklist monitoring realisasi
  • Template laporan deviasi anggaran

6. Analisis Risiko dan Mitigasi

Dalam praktik, risiko penyimpangan anggaran atau proyek tidak terdeteksi dini. Dampak: potensi kerugian dan ketidakefisienan. Konsep: identifikasi risiko, penilaian prioritas, rencana mitigasi. Alur implementasi: matriks risiko, skenario mitigasi, simulasi mitigasi menggunakan checklist.

  • Matriks analisis risiko
  • Checklist mitigasi risiko anggaran

7. Koordinasi Antar Unit dan Sinkronisasi Data

Koordinasi lemah menyebabkan duplikasi program dan data tidak konsisten. Dampak: pengambilan keputusan lambat dan laporan tidak valid. Konsep: alur komunikasi, integrasi data, rapat koordinasi rutin. Implementasi: jadwal koordinasi, template notulen, dan sistem pengingat untuk sinkronisasi data.

  • Template notulen koordinasi
  • Flowchart alur komunikasi antar unit

8. Penyusunan Laporan Kinerja dan Evaluasi

Sering laporan kinerja OPD tidak terstandarisasi. Dampak: sulit membandingkan realisasi program antar unit. Konsep: format laporan, indikator kinerja, evaluasi berbasis data. Implementasi: template laporan kinerja, simulasi pengisian, dan review internal.

  • Template laporan kinerja OPD
  • Checklist evaluasi kinerja

9. Integrasi Digitalisasi Anggaran

Sebagian unit masih belum memanfaatkan sistem digital. Dampak: data tersebar, laporan terlambat, analisis lambat. Konsep inti: integrasi digital, dashboard real-time, monitoring KPI. Implementasi: setup dashboard, input data, simulasi pelaporan real-time.

  • Template dashboard digitalisasi
  • Simulasi monitoring KPI real-time

10. Studi Kasus dan Praktik Terbaik

Dalam praktik lapangan, beberapa OPD telah menerapkan alokasi berbasis kinerja dengan dashboard digital. Dampak positif: pengambilan keputusan lebih cepat, koordinasi lancar. Konsep: pembelajaran dari kasus, adaptasi praktik terbaik. Implementasi: review studi kasus, diskusi kelompok, simulasi adaptasi.

  • Dokumen studi kasus OPD
  • Checklist praktik terbaik

11. Penyusunan SOP Internal untuk Anggaran

Ketiadaan SOP menyebabkan inkonsistensi dalam penyusunan RKA & DPA. Dampak: kesalahan prosedur dan laporan tidak konsisten. Konsep: SOP berbasis alur kerja unit. Implementasi: draft SOP, review, dan simulasi penggunaan SOP dalam penyusunan dokumen.

  • Template SOP internal anggaran
  • Flowchart prosedur penyusunan

Rangkaian materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal strategis bagi peserta dalam meningkatkan kompetensi profesional secara terarah serta mendukung pencapaian kinerja organisasi yang berkelanjutan sesuai dengan tuntutan tahun 2026.

Hasil Konkret dan Manfaat Pelatihan RKA dan DPA OPD Tahun 2026

  1. Meningkatkan akurasi penyusunan RKA & DPA sehingga alokasi anggaran selaras dengan prioritas dan kinerja unit.
  2. Memperkuat analisis data anggaran untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
  3. Meningkatkan koordinasi antar unit sehingga proses integrasi program dan laporan menjadi lebih efisien.
  4. Mempermudah monitoring realisasi anggaran melalui pemanfaatan dashboard digital dan indikator kinerja.
  5. Memperjelas evaluasi kinerja organisasi dengan laporan standar dan indikator terukur.
  6. Memperkuat tata kelola internal OPD melalui SOP dan prosedur yang konsisten dalam penyusunan anggaran.
  7. Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam pengelolaan anggaran dan program berbasis kinerja.
  8. Mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dengan data terintegrasi dan analisis risiko yang tepat.
  9. Memastikan kesiapan unit menghadapi evaluasi kinerja nasional serta audit dan pengawasan internal.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, mayoritas peserta menyatakan terjadi peningkatan pemahaman, ketepatan pengambilan keputusan, serta kesiapan implementasi kebijakan setelah mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini dirancang untuk memastikan peserta siap menerapkan kompetensi secara profesional dan berkelanjutan dalam mendukung kinerja organisasi di tahun 2026.

 

Profil Narasumber dan Kompetensi Instruktur Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026

Praktisi Tata Kelola Pemerintahan dan Kebijakan Publik

Narasumber berpengalaman mendampingi instansi pemerintah daerah dalam penyusunan RKA dan DPA berbasis kinerja. Berfokus pada implementasi regulasi dan tata kelola OPD, narasumber memiliki sertifikasi yang relevan dengan standar BNSP untuk memastikan kualitas dan akuntabilitas pembelajaran.

Konsultan Manajemen Kinerja dan Reformasi Birokrasi

Instruktur bersertifikat ini memandu penguatan sistem kinerja OPD, membantu pejabat struktural memahami indikator kinerja dan target strategis. Kompetensinya mencakup evaluasi efektivitas program serta optimalisasi prosedur kerja sektor publik.

Analis Program, Monitoring, dan Evaluasi Kinerja Pemerintah

Narasumber memiliki pengalaman langsung dalam analisis program dan evaluasi capaian OPD. Memahami tools dan metodologi monitoring berbasis bukti, instruktur mampu menjelaskan hubungan RKA/DPA dengan outcome kinerja instansi pemerintah.

Akademisi Terapan Bidang Administrasi Publik

Instruktur akademisi terapan ini menggabungkan teori administrasi publik dengan praktik nyata di OPD. Berpengalaman dalam penelitian terapan, narasumber memberikan perspektif berbasis bukti dalam perencanaan dan alokasi anggaran.

Praktisi Digitalisasi Sistem Pemerintahan

Narasumber mendukung implementasi sistem informasi manajemen anggaran dan RKA online. Berfokus pada efisiensi proses digital, instruktur ini memiliki pengalaman dalam integrasi data keuangan dan pelaporan berbasis aplikasi pemerintah.

Praktisi Pengembangan SDM Sektor Publik

Instruktur berpengalaman mengembangkan kapasitas pegawai OPD melalui pelatihan kompetensi dan coaching. Berfokus pada peningkatan kemampuan operasional dan analisis anggaran, sesuai kebutuhan organisasi sektor publik.

Konsultan Kepatuhan Regulasi dan Standar Kerja

Narasumber membantu OPD memastikan RKA/DPA sesuai regulasi pemerintah dan standar audit internal. Bersertifikat, konsultan ini memberikan panduan kepatuhan dan mitigasi risiko dalam proses penyusunan dokumen anggaran.

Narasumber mendampingi instansi publik sesuai standar kompetensi yang mengacu pada BNSP .

Seluruh narasumber merupakan praktisi dan instruktur berpengalaman yang mendampingi instansi pemerintah, organisasi publik, atau perusahaan BUMN/BUMD, sesuai dengan tema pelatihan. Status dan pengalaman narasumber disesuaikan dengan tema sehingga relevan dengan kebutuhan peserta.

Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembelajaran dari narasumber berpengalaman yang memahami kebutuhan serta tantangan nyata organisasi sektor publik di tahun 2026.

Durasi, Metode, dan Persiapan Peserta Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026

Pelatihan Bimtek Penyusunan RKA dan DPA OPD dirancang dengan durasi dan metode yang terstruktur untuk mendukung pembelajaran efektif, mengombinasikan teori, praktik, simulasi, dan evaluasi. Peserta juga diberikan panduan teknis terkait persiapan perangkat dan software agar pelatihan dapat berjalan lancar dan optimal.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari (total 16 JP), 1 JP = 50 menit, dengan proporsi seimbang antara penyampaian materi, praktik, simulasi, dan evaluasi untuk mencapai target pembelajaran secara optimal.

  • Hari Pertama (08.00–16.00): Materi inti, regulasi, dan praktik terarah untuk memperkuat pemahaman konseptual.
  • Hari Kedua (08.00–16.00): Simulasi kasus, diskusi implementasi, dan evaluasi hasil pembelajaran.

Metode Pelaksanaan:

  1. Tatap Muka (Luring): Diskusi kelompok, simulasi, dan interaksi intensif dengan instruktur bersertifikat.
  2. Daring (Online): Platform resmi (Zoom/Teams) dengan pendekatan interaktif, studi kasus, dan diskusi terstruktur.
  3. Hybrid: Materi konseptual online, praktik tatap muka untuk efektivitas maksimal.

Kebutuhan peserta: ruang pelatihan (luring) atau platform online resmi, perangkat laptop/PC dengan spesifikasi minimal:

  • Prosesor minimal Intel i5 / setara
  • RAM 4–8 GB
  • Ruang penyimpanan kosong minimal 30–50 GB
  • Sistem operasi Windows 10/11 atau MacOS terbaru (jika kompatibel)
  • Software khusus sesuai tema (misal: Siskeudes, SIMDA, Excel Advanced)
  • Koneksi internet stabil & perangkat audio (headset / speaker)

Informasi ini memastikan peserta siap mengikuti materi tanpa kendala teknis, memaksimalkan efektivitas pelatihan, dan menjaga alur sesi berjalan lancar.

Output dan Hasil Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026

  • Memperoleh sertifikat pelatihan sesuai ketentuan jam pelajaran sebagai bukti partisipasi dan pengembangan kompetensi.
  • Memahami dan mampu menerapkan Bimtek Penyusunan RKA dan DPA OPD secara sistematis sesuai regulasi dan kebutuhan organisasi.
  • Meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data serta studi kasus kontekstual.
  • Menguasai pendekatan dan tools pendukung yang relevan dengan proses kerja di lingkungan ASN dan pemerintah daerah.
  • Memiliki kerangka kerja implementatif yang dapat diterapkan secara bertahap di unit kerja masing-masing.
  • Membangun jejaring profesional lintas instansi untuk mendukung kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik.

Dengan output tersebut, peserta diharapkan siap menerapkan Bimtek Penyusunan RKA dan DPA OPD secara praktis, konsisten, dan berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing pada tahun 2026.

FAQ Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD Tahun 2026

❓ Bagaimana cara mendaftar sebagai peserta pelatihan ASN / Pemda?

Jawaban: Pendaftaran dilakukan melalui sistem resmi instansi atau platform Penapelatihan.id dengan mengisi formulir dan melengkapi dokumen administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

❓ Apa saja metode pelatihan yang tersedia?

Jawaban: Pelatihan dilaksanakan secara daring, luring, atau hybrid. Setiap metode menggabungkan teori, praktik, dan simulasi agar peserta memahami materi secara menyeluruh.

❓ Bagaimana kualifikasi narasumber atau fasilitator pelatihan?

Jawaban: Narasumber merupakan praktisi dan akademisi terapan bersertifikat, berpengalaman mendampingi OPD dan instansi pemerintah, sesuai standar kompetensi BNSP dan prinsip tata kelola sektor publik.

❓ Apa manfaat utama pelatihan bagi unit kerja?

Jawaban: Pelatihan membantu unit kerja meningkatkan kapasitas dalam penyusunan RKA/DPA berbasis kinerja, memahami regulasi, dan mengoptimalkan alokasi anggaran sesuai target strategis.

❓ Apakah peserta menerima sertifikat dan sesuai dengan 16 JP?

Jawaban: Ya, peserta memperoleh sertifikat resmi setelah menyelesaikan 16 JP sesuai ketentuan jam pelajaran, sebagai bukti pengembangan kompetensi dan partisipasi aktif.

❓ Bagaimana mekanisme evaluasi pelatihan?

Jawaban: Evaluasi dilakukan melalui studi kasus, kuis, simulasi, dan diskusi, serta refleksi penerapan materi di OPD untuk memastikan pemahaman dan kesiapan implementasi.

❓ Apakah ada pendampingan atau tindak lanjut pascapelatihan?

Jawaban: Peserta dapat memperoleh bimbingan teknis tambahan dari narasumber sesuai kebutuhan instansi, untuk mendukung penerapan RKA/DPA secara efektif di unit kerja masing-masing.

❓ Apakah pelatihan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik instansi?

Jawaban: Ya, materi dan simulasi pelatihan dapat disesuaikan dengan karakteristik tugas, struktur organisasi, serta prioritas komunikasi publik masing-masing instansi pemerintah.

Kesimpulan Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026

Pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan RKA dan DPA OPD berbasis kinerja, sesuai regulasi pemerintah. Peserta memperoleh kerangka kerja praktis yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing.

Selain itu, program ini mendukung pengembangan kompetensi SDM sektor publik secara berkelanjutan, memperkuat tata kelola anggaran, dan meningkatkan efektivitas operasional OPD di lingkungan pemerintah daerah.

Daftar Kota Pelaksanaan Pelatihan Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026

Pelatihan dapat diikuti secara nasional oleh ASN dan pejabat OPD dari berbagai daerah. Lokasi disiapkan untuk memastikan aksesibilitas dan konteks pelatihan sesuai regulasi.

  • Jakarta – pusat administrasi dan kebijakan publik
  • Bandung – penguatan manajemen OPD provinsi
  • Semarang – implementasi kinerja OPD Pemda
  • Surabaya – optimalisasi tata kelola daerah
  • Yogyakarta – pengembangan kapasitas ASN struktural
  • Medan – evaluasi dan monitoring program OPD
  • Makassar – implementasi sistem kinerja dan regulasi
  • Denpasar – penguatan unit kerja dan prosedur anggaran
  • Palembang – manajemen kinerja berbasis data

Tentang Penapelatihan.id

Penapelatihan.id merupakan lembaga penyelenggara pelatihan profesional tahun 2026 yang berfokus pada pengembangan kompetensi aparatur pemerintah dan ASN melalui program pembelajaran berbasis regulasi, kebutuhan organisasi, dan praktik kerja sektor publik.

Program pelatihan dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, efektivitas kinerja instansi, serta penerapan kebijakan publik yang terarah, akuntabel, dan berkelanjutan sesuai konteks pemerintahan pusat dan daerah.

Dalam pelaksanaannya, Penapelatihan.id bekerja sama dengan narasumber bersertifikat dan praktisi berpengalaman yang memahami tata kelola organisasi, kebijakan pemerintah, serta tantangan implementasi di lingkungan pemerintah daerah, termasuk dalam konteks pengelolaan keuangan daerah.

Informasi kelembagaan lebih lanjut dapat diakses melalui profil resmi Eitena.net

Catatan Penutup

Ketentuan teknis terkait jadwal pelaksanaan, metode penyampaian, serta aspek administratif program pelatihan disampaikan secara resmi melalui kanal informasi Penapelatihan.id, dengan penyesuaian terhadap karakteristik, skala kebutuhan, dan konteks organisasi peserta, baik di sektor publik maupun korporasi profesional.

Sebagai referensi topikal pengembangan kompetensi dan tata kelola organisasi, pembaca dapat menelaah artikel internal “Bimtek Penyusunan RKA dan DPA OPD 2026 – Implementasi Berbasis Kinerja & Regulasi Pemerintah” yang menguraikan kerangka kebijakan, pendekatan konseptual, serta praktik operasional secara sistematis dalam mendukung pengelolaan organisasi yang efektif dan berkelanjutan.

Informasi mengenai ragam program pelatihan dan pengembangan kompetensi lainnya tersedia melalui kanal resmi program pelatihan Eitena.net Koordinasi lanjutan terkait perencanaan, penyesuaian materi, serta kebutuhan strategis organisasi dapat dilakukan melalui kanal komunikasi resmi sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Diskusikan kebutuhan spesifik organisasi Anda untuk penyesuaian materi dan skema pelaksanaan.

Picture of Ditulis oleh admin Eitena Group

Ditulis oleh admin Eitena Group

Eitena Group adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tempat Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan

Jakarta, Bandung, Bogor Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali, Lombok, Medan, Palembang, Riau, Banda Aceh, Padang Pekanbaru, Manado, Makasar, Gorontalo,  Samarinda, Banjarmasin, Jayapura, Sorong dan lain sebagainya 

TANPA PENGINAPAN

Rp. 4.000.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Makan siang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Twin Sharing)

Rp. 4.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam untuk 2 orang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Suite Room)

Rp. 5.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

Artikel selanjutnya

EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.

Kantor kami

Jam Buka

galeri

error: