Bimtek Tableau 2026: Pengembangan Dashboard Analitik Interaktif untuk Mendukung Monitoring Kinerja, Evaluasi Program, dan Pengambilan Keputusan Pemerintah

Bimtek Tableau 2026: Pengembangan Dashboard Analitik Interaktif untuk Mendukung Monitoring Kinerja, Evaluasi Program, dan Pengambilan Keputusan Pemerintah

Daftar Isi

Bimtek Tableau 2026: Pengembangan Dashboard Analitik Interaktif untuk Mendukung Monitoring Kinerja, Evaluasi Program, dan Pengambilan Keputusan Pemerintah
Bimtek Tableau 2026: Pengembangan Dashboard Analitik Interaktif untuk Mendukung Monitoring Kinerja, Evaluasi Program, dan Pengambilan Keputusan Pemerintah

Bimtek Tableau 2026 untuk membangun dashboard analitik yang mendukung monitoring, evaluasi, dan pelaporan kinerja

Deskripsi Pelatihan Tableau 2026

Dalam praktik pelaksanaan pengawasan program pembangunan, temuan audit terkait ketidaksesuaian capaian sasaran dengan anggaran yang dihabiskan sering kali baru terungkap pada akhir tahun anggaran. Lemahnya ketersediaan informasi visual yang cepat dan mendalam membuat unit monitoring dan evaluasi kesulitan mendeteksi penurunan kinerja pelayanan publik di tingkat kelurahan atau desa secara presisi. Ketidakmampuan mengolah tumpukan data transaksional pemerintah menjadi wawasan taktis berisiko menurunkan kredibilitas instansi di mata publik maupun lembaga pemeriksa negara.

Pengembangan dasbor analitik interaktif menggunakan Tableau hadir sebagai solusi mutakhir untuk menjembatani kebutuhan data spasial dan tabular instansi pemerintah. Sebagai salah satu perangkat analisis data terbaik, platform ini memungkinkan aparatur sipil negara mengeksplorasi data makro daerah hingga ke detil mikro operasional secara instan tanpa hambatan performa. Kemampuan menyajikan visualisasi yang mendalam ini sangat krusial bagi kepala daerah dalam merumuskan intervensi kebijakan yang mendesak dan tepat sasaran.

Pengalaman di lapangan memperlihatkan bahwa instansi publik yang mengadopsi analisis visual canggih mampu mempercepat koordinasi lintas unit kerja hingga berlipat ganda. Ketika rapat evaluasi kegiatan tidak lagi dihabiskan untuk memperdebatkan perbedaan angka di kertas masing-masing, melainkan mengacu pada visualisasi interaktif terpusat, efisiensi birokrasi dapat diwujudkan secara nyata. Workshop peningkatan kompetensi ini membimbing peserta menguasai seni pengolahan data birokrasi tingkat lanjut secara komprehensif.

Mengapa Pelatihan Tableau 2026 Ini Penting

Perubahan regulasi terkait reformasi birokrasi menuntut seluruh level pemerintahan beroperasi dengan prinsip transparansi penuh dan efisiensi tinggi. Pola penyusunan laporan statis format cetak sudah tidak memadai lagi untuk melayani dinamika tuntutan pelayanan publik modern yang membutuhkan respon instan. Membekali pengelola data pemerintah dengan kecakapan Tableau merupakan investasi strategis untuk mewujudkan digitalisasi pemerintahan yang adaptif terhadap perubahan iklim kebijakan.

Tata kelola pemerintahan yang baik mensyaratkan setiap rupiah APBD atau APBN dapat dipertanggungjawabkan dampak riilnya terhadap kesejahteraan masyarakat. Mengandalkan intuisi atau ringkasan data yang terlalu sederhana dalam rapat perencanaan program berisiko memicu inefisiensi anggaran secara masif. Bimtek penguatan kapasitas ini esensial guna melatih ketajaman berpikir analitis ASN dalam membaca tren data sosial-ekonomi dan menghubungkannya dengan sasaran strategis pembangunan daerah.

Permasalahan yang Sering Dihadapi Instansi

  • Kesulitan menyajikan data kinerja spasial (pemetaan wilayah) yang akurat terkait penyebaran program kemiskinan atau stunting.
  • Proses loading data laporan yang sangat lambat ketika mengolah ratusan ribu baris data pelayanan publik daerah.
  • Ketidaksesuaian format data demografi penduduk antar instansi vertikal dengan data riil milik pemerintah daerah.
  • Keterlambatan penyediaan data aktual bagi pimpinan daerah saat terjadi situasi darurat atau kebutuhan kebijakan mendesak.
  • Kesalahan administrasi dalam proses konsolidasi pelaporan realisasi kegiatan akibat human error saat proses input manual.
  • Keterbatasan visualisasi grafik bawaan aplikasi internal pemerintah yang kaku dan tidak bisa dikustomisasi.
  • Kesulitan melacak hubungan sebab-akibat (korelasi) antara besaran anggaran yang dikucurkan dengan output riil di lapangan.
  • Rendahnya minat pimpinan membaca laporan evaluasi kinerja karena disajikan dalam bentuk narasi dokumen teks yang monoton.
  • Hambatan teknis saat ingin menggabungkan data tabular ekspor aplikasi kementerian dengan data spasial wilayah OPD.
  • Proses pembaruan visualisasi data yang memakan waktu lama karena harus mendesain ulang grafik dari awal setiap bulan.

Risiko Jika Tidak Ditangani

  • Terjadinya tumpang tindih alokasi program kerja akibat ketiadaan dasbor pemetaan wilayah penerima bantuan yang valid.
  • Rendahnya penilaian indeks kematangan SPBE instansi khususnya pada aspek pemanfaatan teknologi analitik data.
  • Kegagalan mitigasi risiko penurunan capaian target tahunan akibat tidak adanya sistem peringatan dini (early warning system).
  • Ketidakmampuan bersaing dalam menyajikan pelayanan publik yang responsif akibat keterlambatan pasokan data operasional.
  • Munculnya distrust atau ketidakpercayaan dari masyarakat akibat lambatnya transparansi data kinerja pembangunan daerah.

Tujuan Pelatihan Tableau 2026

  • Meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep visualisasi data tingkat lanjut khusus untuk tata kelola sektor publik.
  • Membekali peserta keterampilan mengimpor, membersihkan, dan menata data pemerintah menggunakan Tableau Prep Builder.
  • Melatih peserta merancang visualisasi peta (Geospatial Mapping) yang kaya wawasan untuk pemantauan program daerah.
  • Meningkatkan kemampuan menyusun formula kalkulasi kustom (Calculated Fields) untuk melacak target capaian kinerja.
  • Melatih peserta menerapkan teknik analisis mendalam seperti klastering dan tren linier untuk kebutuhan proyeksi anggaran.
  • Membangun dashboard eksekutif interaktif yang memudahkan pimpinan melakukan drill-down data hingga level terperinci.
  • Mewujudkan sistem monitoring evaluasi program yang terintegrasi, andal, dan minim kesalahan administrasi di instansi.
  • Mendorong terciptanya standardisasi pelaporan performa organisasi yang selaras dengan nilai akuntabilitas modern.

Manfaat Pelatihan Tableau 2026

  • Instansi mampu menyajikan visualisasi data spasial pembangunan yang presisi guna menghindari salah sasaran kebijakan.
  • Kecepatan penyusunan bahan presentasi kinerja untuk kepala daerah meningkat secara radikal melalui otomatisasi.
  • Proses pengolahan jutaan baris data pelayanan publik dapat dilakukan dengan cepat tanpa membebani server lokal OPD.
  • Meningkatkan keandalan analisis tim monitoring dalam mendeteksi unit pelaksana teknis yang berkinerja rendah.
  • Mempermudah jajaran pimpinan melihat gambaran besar performa daerah hanya dalam satu layar dasbor interaktif.
  • Mengurangi ketergantungan instansi terhadap vendor luar dalam pembuatan visualisasi laporan berkala organisasi.
  • Menyediakan basis data visual yang kokoh untuk mendukung proses pengajuan anggaran program ke DPRD atau pusat.
  • Meningkatkan indeks kompetensi teknis ASN di bidang data science guna menyongsong era transformasi digital nasional.
  • Meminimalisir perdebatan validitas data antar instansi saat rapat koordinasi karena mengacu pada satu dasbor yang sah.
  • Proses pemantauan tindak lanjut temuan pemeriksaan eksternal menjadi lebih tertata, terukur, dan transparan.

Sasaran Peserta Pelatihan Tableau 2026

  • Pengelola Data Elektronik, Tim IT Dinas Kominfo, serta Penanggung Jawab Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
  • Staf Perencana, Analis Anggaran, serta Tim Monitoring dan Evaluasi di lingkungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.
  • Pejabat Fungsional Perencana dan Statistisi yang bertugas merumuskan wawasan data untuk dokumen kebijakan publik.
  • Tim Akselerasi Pembangunan, Staf Ahli Kepala Daerah, serta Analis Kinerja Organisasi di Bagian ORTALA.

Materi Pelatihan Tableau 2026

Modul 1: Konsep Dasar Visual Analytics Tableau untuk Pengawasan Sektor Publik

  • Mengapa visualisasi data esensial dalam siklus manajemen kebijakan pemerintah.
  • Pengenalan arsitektur produk Tableau (Desktop, Prep, Server, Public).
  • Penerapan prinsip desain visual yang bersih dan informatif untuk birokrasi.

Modul 2: Manajemen Data Pemerintah Menggunakan Tableau Prep Builder

  • Teknik koneksi data ke file excel Renstra dan database dinas.
  • Melakukan pembersihan data, penggabungan tabel (Join), dan pengelompokkan (Union).
  • Otomatisasi pembersihan alur data kotor sebelum masuk proses visualisasi.

Modul 3: Membangun Visualisasi Dasar dan Pengaturan Tipe Data

  • Membuat grafik batang, garis, dan tabel teks untuk perbandingan capaian kinerja.
  • Memahami perbedaan data diskrit (biru) dan kontinu (hijau) di Tableau.
  • Mengatur format angka mata uang rupiah dan persentase sesuai standar akuntansi pemerintah.

Modul 4: Pemetaan Spasial Tingkat Lanjut (Geospatial Mapping) untuk Pemda

  • Mengonfigurasi data nama kecamatan dan kelurahan menjadi titik koordinat visual.
  • Membuat peta wilayah (Filled Maps) untuk visualisasi kepadatan program kemiskinan.
  • Penerapan teknik dual-axis untuk menggabungkan peta lokasi proyek dengan besaran anggaran.

Modul 5: Analisis Kelompok Data Menggunakan Sets dan Groups

  • Membuat grup dinamis untuk mengategorikan OPD berkinerja tinggi, sedang, dan rendah.
  • Pemanfaatan fungsi Sets untuk melacak daftar program prioritas kepala daerah.
  • Visualisasi perbandingan kontribusi capaian sektor terhadap total target wilayah.

Modul 6: Penguasaan Bidang Kalkulasi (Calculated Fields) Tableau

  • Membuat rumus logika bersyarat (IF-THEN-ELSE) untuk indikator warna performa.
  • Menghitung persentase deviasi antara target rencana kerja dengan realisasi fisik.
  • Fungsi manipulasi string teks untuk merapikan kode rekening anggaran belanja.

Modul 7: Analisis Data Mendalam dengan Fungsi Level of Detail (LOD) Expressions

  • Memahami urgensi fungsi FIXED, INCLUDE, dan EXCLUDE dalam analisis data birokrasi.
  • Menghitung rata-rata alokasi anggaran per kecamatan tanpa dipengaruhi filter halaman.
  • Studi kasus perbandingan kontribusi detail komponen terhadap total anggaran kementerian.

Modul 8: Desain Dashboard Interaktif Berorientasi Pengambilan Keputusan

  • Teknik menyusun lembar kerja visual ke dalam satu layout dashboard utama.
  • Menggunakan container untuk mengatur konsistensi ukuran visualisasi saat dibuka di berbagai layar.
  • Penerapan filter global yang mengontrol seluruh grafik dalam dashboard secara simultan.

Modul 9: Penerapan Actions untuk Eksplorasi Data Dinamis

  • Mengonfigurasi Filter Actions: klik satu grafik otomatis menyaring visualisasi lainnya.
  • Penerapan Highlight Actions untuk mempermudah pelacakan data tertentu di tengah kerumunan grafik.
  • Membuat URL Actions untuk menghubungkan dasbor ke dokumen PDF regulasi eksternal.

Modul 10: Analisis Tren Masa Depan dan Proyeksi Kinerja Anggaran

  • Menambahkan garis tren (Trend Lines) linier untuk memprediksi sisa waktu penyerapan.
  • Menggunakan fitur peramalan bawaan (Forecasting) Tableau untuk estimasi target tahun depan.
  • Menganalisis pencilan data (Outliers) yang berpotensi menjadi temuan penyalahgunaan anggaran.

Modul 11: Publikasi dan Mekanisme Berbagi Dasbor Tableau

  • Mempublikasikan workbook ke Tableau Server atau Tableau Cloud milik instansi.
  • Mengatur hak akses pengguna (viewer, explorer, creator) sesuai struktur birokrasi.
  • Mengatur jadwal refresh otomatis ekstrak data agar dasbor selalu menyajikan informasi terkini.

Modul 12: Lab Praktik Mandiri: Dashboard Monitoring Urusan Wajib Pemda

  • Simulasi penyusunan dasbor capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan/pendidikan.
  • Bedah tuntas kesalahan desain dasbor dan teknik optimalisasi performa loading.
  • Evaluasi kelayakan dasbor oleh instruktur dan penyusunan strategi deployment di instansi asal.

Output Kompetensi Peserta

  • Mampu merangkai data mentah dari berbagai sumber terpisah menjadi alur data siap pakai di Tableau.
  • Mampu menyusun visualisasi peta wilayah interaktif yang menggambarkan potret riil kondisi daerah.
  • Mampu menerapkan rumus kalkulasi kompleks LOD untuk menjawab pertanyaan analisis birokrasi yang rumit.
  • Mampu merancang dasbor eksekutif yang responsif, estetis, dan kaya wawasan bagi pengambil kebijakan.
  • Mampu melakukan prediksi tren capaian kinerja program berdasarkan historis data tahun-tahun sebelumnya.
  • Mampu mengonfigurasi interaktivitas dashboard tingkat lanjut menggunakan kombinasi filter dan parameter actions.
  • Mampu mengelola tata cara pembagian laporan digital yang aman pada server internal institusi pemerintah.
  • Mampu menyajikan analisis audit kinerja berbasis visual guna mendukung fungsi pengawasan inspektorat.

Metode Pelatihan Tableau 2026

Diklat peningkatan kapasitas ini dilaksanakan dengan metode lokakarya intensif yang menitikberatkan pada penyelesaian studi kasus nyata birokrasi. Setiap materi dibarengi dengan lembar latihan mandiri yang wajib diselesaikan oleh peserta. Fasilitator akan memberikan bimbingan individual untuk memastikan setiap peserta menguasai logika berfikir Tableau dalam memecahkan masalah pelaporan instansi publik.

Implementasi di Instansi

Sepulangnya dari workshop ini, peserta dibekali kompetensi untuk langsung mereformasi tata cara presentasi data di unit kerjanya. Dasbor analisis capaian program yang dibuat selama pelatihan dapat langsung diunggah ke server lokal kementerian atau pemda, sehingga seluruh pejabat eselon dapat memantau indikator makro dan mikro daerah secara mandiri tanpa perlu meminta laporan manual dari staf.

Dampak Implementasi bagi Tata Kelola dan Pelayanan

Transformasi digital pengolahan data menggunakan Tableau berkontribusi langsung pada efektivitas kepemimpinan daerah. Kebijakan publik tidak lagi dirumuskan berdasarkan asumsi melainkan didukung bukti visual yang objektif (evidence-based policy). Kecepatan intervensi program pelayanan publik meningkat, meminimalisir pemborosan anggaran, serta mendongkrak nilai akuntabilitas instansi secara signifikan.

Durasi & Fasilitas Peserta

Kegiatan workshop analitik ini dilangsungkan selama 4 hari penuh. Fasilitas yang disediakan mencakup modul panduan operasional Tableau bahasa Indonesia, kumpulan berkas data spasial bentuk SHP seluruh wilayah Indonesia, template dashboard laporan capaian IKU, sertifikat kelulusan peningkatan kompetensi, serta keanggotaan forum alumni untuk konsultasi teknis tanpa batas waktu.

FAQ terkait Tableau 2026

Apakah Tableau dapat dijalankan pada komputer dengan spesifikasi standar kantoran?

Ya, Tableau Desktop dapat berjalan baik di komputer standar. Untuk pemrosesan data raksasa, Tableau mengandalkan in-memory data engine yang efisien.

Bagaimana cara menghubungkan Tableau dengan aplikasi kementerian yang datanya dikunci?

Anda dapat meminta izin akses ekspor data dalam bentuk berkas Excel/CSV dari admin aplikasi tersebut, lalu mengimpornya ke Tableau.

Apakah bimtek ini mengajarkan cara membuat visualisasi data untuk konsumsi publik?

Ya, kami mengajarkan cara menerbitkan dasbor yang aman ke portal publik agar dapat diakses oleh masyarakat umum sebagai wujud keterbukaan informasi.

Apakah ada lisensi gratis Tableau khusus untuk instansi pemerintah?

Tableau menyediakan opsi lisensi khusus sektor publik dan program edukasi yang ketentuannya akan dibahas mendalam pada sesi awal pelatihan.

Bagaimana jika data wilayah kami tidak terbaca secara otomatis di peta Tableau?

Kami menyediakan modul khusus pembersihan data geografis untuk mencocokan penamaan lokal daerah dengan sistem peta global Tableau.

Apakah kami akan diajarkan cara memprediksi sisa anggaran di akhir tahun?

Ya, teknik peramalan (forecasting) menggunakan garis tren merupakan salah satu materi unggulan dalam pelatihan analitik ini.

Apakah dasbor Tableau bisa diperbarui otomatis setiap pagi?

Bisa, melalui pengaturan jadwal sinkronisasi otomatis (schedule refresh) pada Tableau Server atau Tableau Cloud instansi.

Apakah pelatihan ini cocok diikuti oleh staf Bagian Hukum atau Organisasi?

Sangat cocok, terutama untuk memvisualisasikan tingkat kepatuhan regulasi atau progres evaluasi kelembagaan dinas daerah.

Bagaimana jika saya mengalami kendala saat mempraktikkan materi pelatihan di kantor?

Kami menyediakan fasilitas pendampingan pasca-bimtek lewat grup diskusi online bersama instruktur ahli untuk memecahkan kendala Anda.

Apakah sertifikat yang diperoleh diakui untuk penilaian angka kredit ASN?

Sertifikat yang kami keluarkan memenuhi standar peningkatan kompetensi teknis ASN dan dapat dilampirkan dalam portofolio pengembangan diri.

Daftar Kota Pelaksanaan

Program “Bimtek Tableau 2026: Pengembangan Dashboard Analitik Interaktif untuk Mendukung Monitoring Kinerja, Evaluasi Program, dan Pengambilan Keputusan Pemerintah“ dapat diselenggarakan melalui skema public training, in house training, maupun pelatihan khusus instansi sesuai kebutuhan organisasi. Pelaksanaan dirancang fleksibel untuk mendukung kementerian, lembaga, pemerintah daerah, badan layanan publik, serta berbagai unit kerja sektor pemerintahan dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, kualitas tata kelola, implementasi kebijakan, dan pelayanan publik.

Materi pelatihan disusun dengan pendekatan implementatif yang berorientasi pada kebutuhan pekerjaan sehari-hari. Pembelajaran membahas strategi penerapan kebijakan, penyelarasan proses kerja, pengelolaan dokumen dan data, koordinasi lintas unit, monitoring pelaksanaan, pengendalian risiko, penyusunan laporan, serta praktik kerja yang mendukung akuntabilitas organisasi dan peningkatan kualitas layanan publik.

  • Jakarta
  • Bandung
  • Surabaya
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Medan
  • Makassar
  • Denpasar
  • Lombok
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Batam
  • Samarinda
  • Manado
  • Pekanbaru

Mengapa Pelatihan Ini Penting bagi Instansi Pemerintah?

Perubahan regulasi, meningkatnya tuntutan akuntabilitas, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks menuntut setiap instansi pemerintah untuk terus memperkuat kualitas implementasi program dan proses kerja. Organisasi tidak hanya dituntut memenuhi ketentuan yang berlaku, tetapi juga mampu memastikan setiap kegiatan berjalan secara efektif, terdokumentasi dengan baik, mudah dimonitor, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, berbagai aktivitas sering melibatkan koordinasi lintas unit, pengelolaan data dari berbagai sumber, penyusunan laporan, serta penyesuaian terhadap perubahan kebijakan maupun kebutuhan organisasi. Tanpa proses kerja yang terstruktur, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keterlambatan pekerjaan, ketidaksesuaian administrasi, duplikasi data, maupun kendala dalam proses monitoring, evaluasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.

Melalui program ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih implementatif mengenai strategi penerapan kebijakan, penyelarasan proses kerja, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas dokumentasi, pengelolaan informasi, pengendalian risiko operasional, serta upaya membangun workflow yang lebih efektif sesuai kebutuhan organisasi.

Pendekatan pembelajaran dirancang secara praktis dan bertahap sehingga materi dapat lebih mudah dihubungkan dengan pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi, memperjelas pelaksanaan tugas, memperkuat kualitas implementasi, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan.

Picture of Ditulis oleh admin Eitena Group

Ditulis oleh admin Eitena Group

Eitena Group adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tempat Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan

Jakarta, Bandung, Bogor Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali, Lombok, Medan, Palembang, Riau, Banda Aceh, Padang Pekanbaru, Manado, Makasar, Gorontalo,  Samarinda, Banjarmasin, Jayapura, Sorong dan lain sebagainya 

TANPA PENGINAPAN

Rp. 4.000.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Makan siang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Twin Sharing)

Rp. 4.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam untuk 2 orang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Suite Room)

Rp. 5.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

Artikel selanjutnya

EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.

Kantor kami

Jam Buka

galeri

error: