Pelatihan Operational Excellence 2026: Menghilangkan Inefisiensi Proses untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Operasional

Pelatihan Operational Excellence 2026: Menghilangkan Inefisiensi Proses untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Operasional

Daftar Isi

Pelatihan Operational Excellence 2026: Menghilangkan Inefisiensi Proses untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Operasional
Pelatihan Operational Excellence 2026: Menghilangkan Inefisiensi Proses untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Operasional

Pelatihan Operational Excellence untuk mengurangi bottleneck proses dan meningkatkan stabilitas workflow operasional

Deskripsi Pelatihan Operational Excellence

Dalam banyak organisasi, tantangan operasional sering kali bukan berasal dari pekerjaan besar, melainkan dari akumulasi aktivitas kecil yang terus berulang setiap hari. Follow up progres yang masih manual, revisi pekerjaan yang berulang, proses approval yang memakan waktu, hingga data yang tersebar di berbagai sumber dapat menciptakan hambatan yang perlahan menurunkan produktivitas tim.

Ketika kebutuhan monitoring semakin detail dan target kerja terus meningkat, organisasi membutuhkan pendekatan yang mampu membuat proses kerja menjadi lebih jelas, lebih terukur, dan lebih mudah dikendalikan tanpa menambah kompleksitas yang tidak diperlukan.

Pelatihan Operational Excellence 2026: Menghilangkan Inefisiensi Proses untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Operasional dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi sumber inefisiensi, memperbaiki alur kerja, meningkatkan koordinasi lintas fungsi, serta membangun sistem operasional yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan.

Program ini berfokus pada implementasi yang realistis sehingga peserta dapat menerapkan perbaikan secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan organisasi.

Kenapa Pelatihan Operational Excellence Ini Penting Saat Ini?

Perusahaan saat ini menghadapi tekanan untuk meningkatkan produktivitas tanpa selalu memiliki tambahan sumber daya yang signifikan. Di saat yang sama, volume pekerjaan, kebutuhan pelaporan, serta tuntutan kecepatan respons terus meningkat.

Banyak organisasi telah melakukan digitalisasi sebagian proses kerja, namun masih menghadapi tantangan berupa workflow yang belum sepenuhnya terintegrasi, data yang belum sinkron, dan proses operasional yang berjalan berbeda antar tim.

Sebuah proses yang terlihat sederhana sering kali menjadi sumber keterlambatan ketika terjadi berulang setiap hari. Saat evaluasi dilakukan mendadak, data masih harus dicari ulang. Ketika revisi muncul di tengah pekerjaan berjalan, tim harus melakukan penyesuaian yang menghabiskan waktu dan fokus.

Kondisi tersebut menjadikan Operational Excellence bukan lagi sekadar program peningkatan kualitas, melainkan kebutuhan untuk menjaga stabilitas operasional, meningkatkan efisiensi, dan memastikan organisasi mampu beradaptasi terhadap perubahan bisnis yang semakin cepat.

Tantangan Regulasi, Teknologi, dan Tren Industri

Organisasi saat ini menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk memastikan proses kerja berjalan secara konsisten, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perubahan standar industri, peningkatan kebutuhan tata kelola, serta tuntutan transparansi dalam pelaksanaan operasional mendorong perusahaan untuk terus menyempurnakan cara kerja agar lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, dan mampu memenuhi ekspektasi stakeholder yang terus berkembang. Kondisi ini membuat kemampuan mengelola proses secara efisien menjadi semakin penting di berbagai fungsi organisasi.

Di sisi lain, digitalisasi proses bisnis terus mengubah cara perusahaan menjalankan operasional sehari-hari. Integrasi data, penggunaan platform kolaborasi, otomatisasi aktivitas rutin, hingga pemanfaatan AI dan analitik mulai menjadi bagian dari workflow modern. Namun teknologi tidak selalu menghilangkan hambatan operasional secara otomatis. Banyak organisasi masih menghadapi tantangan sinkronisasi proses, konsistensi pelaksanaan, serta kebutuhan untuk membangun Continuous Improvement yang berjalan secara berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Memasuki tahun 2026, fokus pada efisiensi, produktivitas, agility organisasi, kolaborasi lintas fungsi, dan pengambilan keputusan berbasis data semakin menjadi prioritas di berbagai sektor industri. Perusahaan membutuhkan SDM yang mampu memahami proses kerja secara menyeluruh, mengidentifikasi sumber inefisiensi, serta menerapkan perbaikan yang relevan dan realistis. Kebutuhan inilah yang menjadi landasan penting bagi pengembangan kompetensi yang akan dibahas lebih lanjut dalam tujuan dan hasil pembelajaran program ini.

Permasalahan yang Sering Dihadapi Perusahaan/Tim

  • Proses kerja yang panjang dan memiliki banyak tahapan tidak bernilai tambah.
  • Aktivitas manual yang masih mendominasi pekerjaan harian.
  • Koordinasi lintas divisi yang membutuhkan banyak follow up.
  • Proses approval yang sering menjadi bottleneck.
  • Dokumen dan data tersebar di berbagai platform.
  • Duplikasi pekerjaan antar tim.
  • Revisi berulang akibat standar kerja yang belum konsisten.
  • Keterlambatan penyelesaian pekerjaan karena alur proses tidak jelas.
  • Monitoring progres yang belum berjalan optimal.
  • Pelaporan yang memerlukan waktu lama untuk disusun.
  • Ketergantungan pada individu tertentu.
  • Kurangnya visibilitas terhadap status pekerjaan.
  • Ketidaksesuaian implementasi SOP antar unit kerja.
  • Kesulitan mengidentifikasi akar penyebab masalah operasional.
  • Produktivitas yang stagnan meskipun workload meningkat.

Risiko dan Dampak Jika Tidak Ditangani

  • Meningkatnya biaya operasional.
  • Penurunan produktivitas tim.
  • Waktu penyelesaian pekerjaan semakin panjang.
  • Tingginya tingkat kesalahan proses.
  • Meningkatnya beban administratif.
  • Menurunnya kualitas layanan internal maupun eksternal.
  • Keterlambatan pengambilan keputusan.
  • Kesulitan melakukan scaling operasional.
  • Turunnya kepuasan pelanggan.
  • Risiko audit dan compliance yang lebih tinggi.
  • Burnout akibat pekerjaan repetitif yang terus menumpuk.
  • Ketidakjelasan tanggung jawab dalam workflow.

Hasil Nyata yang Diharapkan Organisasi

  • Proses kerja lebih sederhana dan mudah dijalankan.
  • Waktu proses yang lebih cepat dan terukur.
  • Pengurangan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
  • Monitoring pekerjaan yang lebih jelas.
  • Peningkatan koordinasi antar fungsi.
  • Dokumentasi proses yang lebih rapi.
  • Produktivitas tim yang lebih konsisten.
  • Pengurangan revisi dan rework.
  • Peningkatan kualitas operasional.
  • Workflow yang lebih stabil dan mudah dikendalikan.

Mengapa Memilih Program Pelatihan Operational Excellence Ini?

  • Berbasis realita operasional perusahaan modern.
  • Fokus pada implementasi, bukan teori semata.
  • Menggunakan studi kasus yang relevan dengan tantangan organisasi.
  • Membahas bottleneck yang sering muncul dalam pekerjaan sehari-hari.
  • Mendorong perbaikan yang realistis dan bertahap.
  • Dapat diterapkan pada berbagai industri.
  • Menggabungkan efisiensi proses, produktivitas, dan kontrol operasional.
  • Memberikan framework yang mudah diadaptasi.
  • Membantu menciptakan workflow yang lebih manageable.

Tujuan Pelatihan Operational Excellence

  1. Memahami konsep Operational Excellence dalam konteks bisnis modern.
  2. Mengidentifikasi sumber inefisiensi proses.
  3. Memetakan workflow secara sistematis.
  4. Mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah.
  5. Meningkatkan efektivitas koordinasi lintas fungsi.
  6. Membangun sistem monitoring yang lebih baik.
  7. Meningkatkan kualitas dan konsistensi proses kerja.
  8. Menyusun rencana perbaikan operasional yang realistis.
  9. Mengembangkan budaya perbaikan berkelanjutan.

Manfaat Pelatihan Operational Excellence

  • Lebih mudah mengidentifikasi bottleneck operasional.
  • Memahami cara menyederhanakan proses kerja.
  • Mengurangi pekerjaan berulang yang tidak perlu.
  • Meningkatkan kemampuan problem solving proses.
  • Meningkatkan kemampuan monitoring workflow.
  • Meningkatkan kualitas pelaporan.
  • Membantu pengambilan keputusan berbasis proses.
  • Meningkatkan efektivitas koordinasi kerja.
  • Meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan operasional.

Sasaran Peserta

  • Manager Operasional
  • Supervisor Operasional
  • Department Head
  • Business Process Analyst
  • Continuous Improvement Team
  • Quality Assurance
  • Project Manager
  • HR dan Learning & Development
  • Production Manager
  • Supply Chain dan Logistics Team
  • Customer Service Manager
  • Process Improvement Team
  • PMO dan Transformation Office

Organisasi dan Tim yang Akan Mendapatkan Manfaat Terbesar

Program ini relevan bagi organisasi yang sedang menghadapi peningkatan workload, kebutuhan efisiensi operasional, pertumbuhan bisnis, digitalisasi proses kerja, maupun peningkatan tuntutan monitoring dan reporting.

Sangat sesuai untuk perusahaan yang ingin mengurangi pekerjaan manual, memperjelas alur kerja, meningkatkan koordinasi lintas fungsi, serta membangun proses yang lebih konsisten dan mudah dikendalikan.

Materi Pelatihan Operational Excellence

  1. Fundamental Operational Excellence.
  2. Memahami Waste dan Inefisiensi Proses.
  3. Value Added vs Non Value Added Activity.
  4. Business Process Mapping.
  5. Workflow Analysis dan Diagnosis.
  6. Identifikasi Bottleneck Operasional.
  7. Root Cause Analysis.
  8. Problem Solving Framework.
  9. Continuous Improvement Methodology.
  10. Process Standardization.
  11. Operational Performance Measurement.
  12. KPI dan Monitoring Process Performance.
  13. Workflow Visibility dan Tracking.
  14. Improvement Prioritization Matrix.
  15. Digital Support untuk Efisiensi Operasional.
  16. Implementation Roadmap.
  17. Sustaining Operational Excellence.

Output Kompetensi Peserta

  • Mampu memetakan proses kerja secara sistematis.
  • Mampu mengidentifikasi sumber pemborosan proses.
  • Mampu melakukan analisis akar masalah.
  • Mampu menyusun rekomendasi perbaikan.
  • Mampu meningkatkan efektivitas workflow.
  • Mampu mengembangkan indikator monitoring proses.
  • Mampu meningkatkan konsistensi pelaksanaan SOP.
  • Mampu mendukung program continuous improvement.

Metode Pelatihan Operational Excellence

  • Interactive Presentation
  • Case Study
  • Group Discussion
  • Process Mapping Workshop
  • Simulation Exercise
  • Implementation Planning
  • Problem Solving Session
  • Best Practice Review

Pendekatan Pembelajaran & Framework Implementasi

Pelatihan menggunakan pendekatan implementation-first yang berorientasi pada kondisi operasional nyata. Peserta tidak dituntut melakukan perubahan besar secara sekaligus.

Perbaikan proses dibahas melalui tahapan identifikasi masalah, pemetaan proses, prioritisasi perbaikan, implementasi bertahap, monitoring hasil, dan evaluasi berkelanjutan.

Pendekatan ini membantu organisasi melakukan perubahan secara aman, terukur, dan tetap menjaga stabilitas operasional selama masa transisi.

Case Study & Implementation Session

  • Analisis bottleneck proses operasional.
  • Studi kasus proses approval yang lambat.
  • Simulasi pengurangan aktivitas non value added.
  • Perbaikan workflow lintas divisi.
  • Penyusunan dashboard monitoring proses.
  • Simulasi continuous improvement plan.
  • Workshop identifikasi quick wins.
  • Penyusunan roadmap implementasi.

Implementasi & Relevansi di Dunia Kerja

Materi dirancang agar mudah diterapkan pada aktivitas kerja sehari-hari. Ketika proses evaluasi membutuhkan data secara cepat, peserta akan memahami bagaimana membangun proses yang lebih tertelusur dan terdokumentasi.

Saat revisi muncul di tengah pekerjaan berjalan, peserta dapat mengidentifikasi titik proses yang perlu diperbaiki agar pekerjaan tidak berulang pada masalah yang sama.

Perusahaan dapat menerapkan hasil pelatihan secara bertahap sesuai kebutuhan, tanpa harus mengubah seluruh sistem operasional dalam waktu singkat.

Dampak Implementasi di Perusahaan

  • Peningkatan efisiensi proses kerja.
  • Produktivitas yang lebih stabil.
  • Pengurangan waktu tunggu proses.
  • Penurunan tingkat kesalahan operasional.
  • Koordinasi lintas fungsi yang lebih efektif.
  • Peningkatan kualitas layanan.
  • Monitoring yang lebih mudah.
  • Pelaporan yang lebih konsisten.
  • Peningkatan kesiapan menghadapi pertumbuhan bisnis.
  • Workflow yang lebih terkendali.

Rencana Aksi Pasca Pelatihan Operational Excellence

  1. Identifikasi proses prioritas.
  2. Melakukan process mapping.
  3. Mengukur kondisi saat ini.
  4. Mengidentifikasi waste dan bottleneck.
  5. Menyusun quick win improvement.
  6. Membuat target perbaikan.
  7. Melaksanakan implementasi bertahap.
  8. Melakukan monitoring hasil.
  9. Melakukan evaluasi berkala.
  10. Membangun budaya continuous improvement.

Kredibilitas Program dan Narasumber

Program disusun berdasarkan praktik operasional yang banyak ditemui di berbagai industri serta pengalaman implementasi peningkatan proses kerja di lingkungan perusahaan modern.

Narasumber memiliki pemahaman terhadap tantangan implementasi di lapangan, mulai dari koordinasi lintas fungsi, pengelolaan workflow, monitoring kinerja, hingga pengembangan sistem operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Materi tidak hanya membahas konsep, tetapi juga bagaimana menerapkannya secara realistis sesuai kebutuhan organisasi.

Fasilitas Peserta

  • Modul Pelatihan
  • Materi Presentasi
  • Template Process Mapping
  • Template Improvement Plan
  • Case Study Materials
  • Sertifikat Pelatihan
  • Dokumentasi Pelatihan
  • Sesi Konsultasi dan Diskusi

Durasi Pelatihan Operational Excellence

Pelatihan tersedia dalam format 1 Hari, 2 Hari, maupun program In-House Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan tingkat kedalaman materi yang diinginkan.

FAQ terkait Operational Excellence

Apakah pelatihan ini cocok untuk perusahaan yang masih banyak menggunakan proses manual?

Ya. Materi dirancang untuk membantu organisasi memperbaiki proses yang ada terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan yang lebih besar.

Apakah peserta harus memahami metode Lean atau Six Sigma terlebih dahulu?

Tidak. Materi disusun agar dapat diikuti oleh peserta yang baru mengenal konsep Operational Excellence maupun yang sudah berpengalaman.

Bagaimana jika setiap divisi memiliki proses kerja yang berbeda?

Framework yang digunakan fleksibel dan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing fungsi maupun unit kerja.

Apakah pelatihan membahas masalah bottleneck yang sering terjadi dalam approval?

Ya. Peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi dan mengurangi hambatan yang memperlambat alur kerja.

Apakah materi relevan untuk perusahaan yang sedang berkembang cepat?

Sangat relevan karena membantu organisasi membangun proses yang lebih stabil dan siap mendukung pertumbuhan bisnis.

Bagaimana jika data antar tim masih belum sinkron?

Peserta akan mempelajari pendekatan untuk meningkatkan visibilitas proses dan koordinasi antar fungsi.

Apakah pelatihan membahas pengurangan pekerjaan repetitif?

Ya. Salah satu fokus utama program adalah mengidentifikasi aktivitas yang menyita waktu tetapi tidak memberikan nilai tambah yang signifikan.

Apakah implementasi harus dilakukan sekaligus setelah pelatihan?

Tidak. Program mendorong implementasi bertahap agar perubahan lebih mudah diterima dan dijalankan.

Apakah pelatihan cocok untuk level supervisor dan manager?

Ya. Materi sangat relevan bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap kinerja proses dan koordinasi tim.

Apakah ada pembahasan monitoring dan KPI operasional?

Ya. Peserta akan mempelajari cara membangun indikator yang mendukung pengambilan keputusan dan perbaikan proses.

Bagaimana jika perusahaan sedang menjalankan digitalisasi proses kerja?

Pelatihan membantu memastikan digitalisasi mendukung efisiensi proses dan tetap sesuai kebutuhan operasional organisasi.

Apakah materi membahas penyebab revisi pekerjaan yang berulang?

Ya. Peserta akan mempelajari teknik analisis akar masalah untuk mengurangi penyebab rework dan revisi berulang.

Apakah program ini dapat membantu meningkatkan koordinasi lintas divisi?

Ya. Salah satu fokus pelatihan adalah memperjelas alur proses dan meningkatkan sinkronisasi antar fungsi.

Bagaimana jika organisasi memiliki keterbatasan sumber daya?

Peserta akan belajar memprioritaskan perbaikan yang memberikan dampak terbesar dengan sumber daya yang tersedia.

Apakah setelah pelatihan peserta memiliki rencana implementasi yang jelas?

Ya. Program mencakup penyusunan action plan yang dapat digunakan sebagai dasar implementasi di lingkungan kerja masing-masing.

Lokasi Pelaksanaan Pelatihan Operational Excellence 2026

Program “Pelatihan Operational Excellence 2026: Menghilangkan Inefisiensi Proses untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Operasional“ dapat diselenggarakan secara nasional dalam berbagai format, mulai dari public training, in house training, executive workshop, hingga customized corporate training yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan target perbaikan proses di masing-masing organisasi.

Di banyak perusahaan, proses kerja sebenarnya sudah berjalan cukup baik. Namun seiring bertambahnya volume pekerjaan, kebutuhan monitoring yang semakin detail, serta koordinasi lintas fungsi yang semakin kompleks, berbagai aktivitas kecil mulai menimbulkan hambatan. Follow up progres masih dilakukan manual, proses approval memerlukan waktu lebih lama dari yang direncanakan, atau pekerjaan yang sama harus direvisi berulang karena informasi belum tersampaikan secara konsisten.

Melalui program ini, peserta akan mempelajari pendekatan yang realistis untuk mengidentifikasi sumber inefisiensi, memperbaiki alur proses, meningkatkan visibilitas workflow, serta membangun sistem kerja yang lebih stabil dan mudah dikendalikan. Materi disesuaikan dengan karakteristik industri, struktur organisasi, tingkat kematangan proses, serta tantangan operasional yang dihadapi masing-masing perusahaan.

  • Jakarta
  • Bandung
  • Surabaya
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Medan
  • Makassar
  • Denpasar
  • Lombok
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Batam
  • Samarinda
  • Manado
  • Pekanbaru

Langkah Implementasi dan Pengembangan Kompetensi Selanjutnya

Banyak organisasi telah memiliki SOP, dashboard operasional, aplikasi kerja, ERP, maupun berbagai platform kolaborasi digital. Namun dalam praktiknya, pekerjaan masih sering berpindah melalui email, chat, spreadsheet, dan berbagai sumber data yang berbeda. Akibatnya, proses monitoring membutuhkan waktu lebih lama, validasi harus dilakukan berulang, dan status pekerjaan tidak selalu mudah ditelusuri.

Ketika rapat evaluasi berlangsung, manajemen tidak hanya membutuhkan laporan bahwa pekerjaan telah selesai. Mereka membutuhkan gambaran yang jelas mengenai titik hambatan proses, penyebab keterlambatan, aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, serta peluang perbaikan yang dapat meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban kerja secara berlebihan. Di sinilah penerapan Operational Excellence menjadi semakin penting.

Pelatihan ini membahas langkah-langkah implementasi yang realistis dan bertahap untuk meningkatkan efisiensi proses kerja tanpa harus mengubah seluruh sistem yang sudah berjalan. Peserta akan mempelajari cara memetakan workflow, mengidentifikasi bottleneck, menyusun prioritas perbaikan, dan membangun proses yang lebih mudah dipantau serta lebih konsisten dijalankan oleh seluruh tim.

Akses Cepat Program

  • 📄 Ajukan Proposal Pelatihan — Konsultasikan kebutuhan peningkatan efisiensi proses, produktivitas tim, dan perbaikan workflow sesuai kondisi organisasi Anda
  • 📅 Lihat Jadwal & Biaya Pelatihan — Informasi jadwal pelaksanaan, pilihan metode training, dan estimasi investasi program
  • 📚 Lihat Semua Program Pelatihan — Eksplorasi berbagai program pengembangan kompetensi operasional, produktivitas, transformasi proses bisnis, dan peningkatan kinerja organisasi

Dalam banyak perusahaan, tantangan terbesar bukan selalu kurangnya sumber daya atau teknologi. Tantangan yang lebih sering muncul adalah proses yang berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun hingga menjadi semakin kompleks, sulit dipantau, dan membutuhkan terlalu banyak aktivitas manual. Ketika pekerjaan kecil terus muncul di tengah target yang berjalan, akumulasi inefisiensi tersebut dapat mengurangi fokus tim terhadap pekerjaan yang benar-benar bernilai.

Kemampuan memahami dan memperbaiki proses kerja secara sistematis dapat membantu organisasi meningkatkan produktivitas, mempercepat penyelesaian pekerjaan, memperkuat koordinasi lintas fungsi, mengurangi rework, serta meningkatkan kualitas monitoring dan pelaporan. Hasil akhirnya bukan sekadar proses yang lebih cepat, tetapi workflow yang lebih stabil, lebih terukur, dan lebih mudah dikendalikan dalam jangka panjang.

📌 Untuk informasi program, diskusi kebutuhan corporate training, workshop Operational Excellence, perbaikan proses bisnis, atau permintaan proposal pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, silakan hubungi tim kami:

Harapannya, peserta tidak hanya memahami konsep perbaikan proses, tetapi juga mampu menerapkannya pada kondisi kerja nyata yang mereka hadapi setiap hari. Dengan workflow yang lebih jelas, monitoring yang lebih terstruktur, koordinasi yang lebih sinkron, serta proses yang lebih mudah ditelusuri, organisasi dapat menjalankan operasional secara lebih efisien, lebih konsisten, dan lebih siap menghadapi tuntutan bisnis yang terus berkembang.

Picture of Ditulis oleh admin Eitena Group

Ditulis oleh admin Eitena Group

Eitena Group adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tempat Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan

Jakarta, Bandung, Bogor Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali, Lombok, Medan, Palembang, Riau, Banda Aceh, Padang Pekanbaru, Manado, Makasar, Gorontalo,  Samarinda, Banjarmasin, Jayapura, Sorong dan lain sebagainya 

TANPA PENGINAPAN

Rp. 4.000.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Makan siang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Twin Sharing)

Rp. 4.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam untuk 2 orang selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

DENGAN PENGINAPAN(Suite Room)

Rp. 5.750.000

Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari. Modul materi, softcopy materi & Flashdisk 16GB. Bimtek kit, Tas eksklusif & Souvenir. Sertifikat pelatihan. Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam. Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung. Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung. Antar jemput bandara bagi peserta group minimal 5 orang.

Artikel selanjutnya

EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.

Kantor kami

Jam Buka

galeri

error: