Daftar Isi
ToggleDengan Hormat
Metode paket INA-CBG akan berhasil menyejahterakan pemberi pelayanan kesehatan jika ada pengontrolan, pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan operasional sistem pembayaran tersebut di rumah sakit. Rumah sakit dapat mengalami kerugian yang cukup besar jika tidak ada kontrol terhadap tarif perawatan pasien yang telah disepakati dengan tarif perawatan aktual pasien, hal tersebut menyebabkan adanya varian biaya pelayanan kesehatan. Varian biaya negatif adalah biaya aktual lebih murah dibanding biaya paket INA-CBG, sementara varian biaya positif berarti sebaliknya. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengontrol pembiayaan dalam kelangsungan operasional rumah sakit dan membutuhkan adanya audit operasional. Audit operasional adalah cara paling penting untuk dapat menilai kegiatan operasional atau prosedur operasional dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk memastikan tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan tersebut.
Dapat diartikan bahwa pelaksanaan audit berfokus pada pemeriksaan efisiensi dan efektivitas operasional sebuah perusahaan. Semua bukti yang telah dikumpulkan dari operasional perusahaan akan dibandingkan dengan kebijakan atau standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri. Daru audit yang dilakukan akan mengahasilkan sebuah rekomendasi yang akan disampaikan kepada perusahaan terkait.[13]
Audit operasionel bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi, menentukan tingkat kesesuaian antara realitas dengan kriteria yang distandartkan, dan mengukur kinerja operasional yang berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas.[14]
Audit kepatuhan umumnya dilakukan dan ditujukan kepada otoritas yang menerbitkan kriteria yang meliputi ringkasan temuan dan ketaatan terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku.[4] Dalam prosesnya, audit ketaatan ini pelaksanaannya ditujukan untuk melihat tingakat kepatuhan atau ketaatan orang yang melakukan audit atau auditur terhadap regulasi atau peraturan atau ketentuan yang berlaku serta prosedur audit yang telah ditetapkan. Hasil dari audit ini harus dilaporkan kepada pihak perusahaan sebagai pihak utama yang terkait dengan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap prosedur dan regulasi.[15]
Audit laporan keuangan dalam pelaksanaanya berfokus dalam menentukan tingkat kewajaran dan tingkat kesesuaian antara standar akuntansi dengan laporan keuangan yang berlaku seperti IFRS, PSAK, dan GAAP. Laporan keuangan ini tingkat kewajarannya ditentukan berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh auditor. Hasilnya terhadap tingkat kewajaran laporan keuangan tersebut dibuatkan dalam bentuk laporan audit yang berisi opini audit dari auditor. Audit ini dilakukan guna menghasilkan pendapat atau opini yang independen dari pihak ketiga terkait laporan keuangan yang akurat, lengkap, relevan, wajar, dan sesuai dengan prinsip akuntansi dan ketentuan yang berlaku.[16]
Langkah-langkah untuk melakukan audit laporan keuangan ini tak jauh berbeda dengan audit pada umumnya, yaitu melakukan perencanaan awal atau merancang audit, melaksanakan audit, mengimplementasikannya dan membuat laporan.[16]
Merupakan serangkaian kegiatan mengenali atau disebut sebagai recognize, mengidentifikasi atau identify, dan menguji atau examine yang dilakukan secara detail terkait informasi dan fakta-fakta yang ada guna mengungkap peristiwa yang sebenarnya dalam hal pembuktian untuk mendukung proses hukum terkait dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan suatu entitas seperti perusahaan atau organisasi atau daerah bahkan negara.[17]
Audit operasional dilakukan untuk menilai dan dapat memberikan informasi kepada manajemen rumah sakit, khususnya informasi mengenai adanya varian biaya pelayanan kesehatan. Contoh beberapa diagnosa penyakit dengan varian biaya tertinggi seperti jantung iskemik kronis, infark serebral, penyakit ginjal stadium akhir dan diabetes mellitus tipe 2 seringkali mengalami perbedaan pembayaran antara paket INA-CBGs dan pembayaran aktual yang dapat menurunkan efektivitas dan efisiensi pelayanan bahkan dapat merugikan rumah sakit dan pasien. Hal tersebut dapat diawasi dan dievaluasi menggunakan metode audit operasional secara rutin dan berkala.
Narasumber /Trainer
Narasumber/Instruktur berasal dari Para Ahli yang berpengalaman dan profesional baik secara konsep/teori maupun praktek
METODE BIMTEK PELATIHAN AUDIT OPRASIONAL RUMAH SAKIT BLUD 2024
Pemaparan materi, diskusi, tanya-jawab, studi kasus, & simulasi langsung, dengan konsep:
– 20% teori berdasarkan literatur praktisi
– 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri
– 40% studi kasus nyata & brainstorming antara narasumber/trainer dengan peserta
Informasi Pendaftaran Dapat Menghubungi Admin Kami Via Telpon Atau WA Di Nomor
PROSEDUR PEMBAYARAN
Biaya Kontribusi Bimtek /Training dibayarkan secara tunai pada saat Registrasi ulang di hotel/tempat atau dengan transfer (non tunai)
EITENA GROUP adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Eitena Group didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi instansi pusat, pemerintah maupun swasta.